2018 Ditargetkan Rippar Prov Selesai Jadi Perda

2018 Ditargetkan Rippar Prov Selesai Jadi Perda

BERBAGI
ADIT/RBO: Review Rippda sebagai arah pembangunan kepariwisataan 8 tahun kedepan

RBO, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu saat ini tengah meriview Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Provinsi (Rippar). Dalam waktu dekat ditargetkan 2018 Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Bengkulu selesai menjadi Perda (Peraturan Daerah).

Ketua tim penyusun Rippar Provinsi Bengkulu Ir. Zamdial Taalidin, M.Si mengatakan, Beberapa bulan lalu sudah melaksanakan FGD Riview Rippda (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah). Hari ini (kemarin, 28/11) FGD yang ke dua. Pertama itu semacam pertanggung jawaban pekerjaan dan yang kedua ini draft laporan akhir yang hampir final. Inikan riview, karena ada pedoman terbaru penyusunan Rencanan Induk pengembangan Kepariwistaan daerah Rippar nama, kalau dulu namanya rencana induk pengambangan pariwisata daerah. Ada substansi yang beda dengan yang lama.

Alasan lain riview Rippda selanjutnya yaitu dilihat saat ini pariwisata sekarang jadi sektor prioritas nasional, perubahan dinamika ini harus ikuti juga oleh daerah.

“Hari ini paparkan kemaujuan FGD 1 , semua indikasi program pengembangan kepariwisataan delapan tahun kedepan (2018 -2025) menyesuaikan dengan RPJMD. Ada visi misi kita review, kemudian isu tsrategis yang dihadapi pembangunan kepariwisataan daerah. Riview Rippar provinsi yang kita lakukan ini bisa juga jadi pedoman kabupaten kota untuk meriew Rippar kabupaten kota dengan menyesuaikan pada yang baru,” ujarnya.

Zamdial menjelaskan, ada empat aspek dalam Rippar yang difokuskan. Kemempat itu yakni pembangunan destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata yang di dalamnya ada promosi dan penguatan kelembagaan.

“Ini jadi titik poinnya. Ini kita keroyok rame – rame, caranya ya dengan kerjasama lintas sektor. Misalkan aksesibilitasnya itu tugas PU pengemasannya pariwisata,” katanya.

Zamdial menuturkan, setelah ini Rippar prov akan disusun naskah akademisnya dan diajukan ke DPRD sebagai draft masuk Prolegda. Rippar diajukan ke DPRD untuk dijadikan Perda (Peraturan Daerah) agar acuan melaksanakan pembangunan pariwisata bisa lebih jelas dan Saya yakin di tangan DPRD Perda ini cepat selesai,” katanya.

Menurut Zamdial Pariwisata di Provinsi Bengkulu saat ini masih belum berkembang optimal. Sebagi contoh di Daerah Bengkulu Tengah, Air Terjun Datar Lebar dan Air Terjun, Arung Jeram, geowisata di Lubuk Resam Seluma. “Aksesbilitas dan perencanaan pengelolaan pariwisatanya yang masih jadi masalah,” terangnya.

Tambah Zamdial, hendaknya setelah Perda ini selesai, Gubernur Bengkulu mengumpulkan para bupati dan melakukan MoU untuk percepatan pemabngunan kepariwisataan. Dan yang terpenting adalah pembangunan komitmen dari setiap daerah untuk pariwisata.

Disisi lain Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Januar Jumalin saat FGD Riiew Rippda mengatakan, “Rippar ini adalah payung hukumnya dan arah untuk pengembangan pariwisata. Kemudian kita sinergi, termasuk masyarakat, Pariwisata tidak akan berhasil bila pemerintah, swasta dan masyarakat tidak bersatu,” terangnya. (ae2)