Bimtek Kepariwisataan, Gali Potensi Otak Untuk Pariwisata

Bimtek Kepariwisataan, Gali Potensi Otak Untuk Pariwisata

ADIT/RBO: Bimtek Kepariwisataan untuk pelaku industri pariwisata
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepariwisataan. Bimtek yang digelar itu untuk menggali potensi otak dan kecepatan berfikir menangkap peluang bagi industri pariwisata untuk berkembang.  Dikatakan Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Januar Jumalinsyah, Dispar prov sengaja mendatangkan motivator ternama untuk memberikan motivasi semangat dan wawasan kepada pelaku industri pariwisata.

“Kita anggap ini sangat penting. Keberhasilan pembangunan bidang pariwisata sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh sumber daya pariwisata yang berkualitas. Semakin berkualitas sumberdaya pariwisata maka semakin berkualitas dan efektif pembangunan bidang pariwisata. Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan dibidang pariwisata dan visit 2020 wonderful Bengkulu, kita  menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepariwisataan ini.  Sementara itu, salah satu narasumber dari Bimtek Ade Julius Rizky, TLI dari ThinkBuzan Licensed Instructor mengatakan, menyangkut visit 2020 wonderful Bengkulu harus ada change rovotulion.

Semua element harus berubah dan bergerak cepat untuk visit 2020 wonderful Bengkulu.  “Change Rovolution diawali dari perubahan dari diri kita sendiri. Matei yang saya sampaikan disini adalah terkait bagaimana merangsang para pelaku industri ini untuk lebih menggunakan otak dan pikirannya untuk perubahan industri pariwisata. Meraka akan dibuat sadar betapa besarnya potensi Bengkulu dan sudah harusnya dimaksimalkan dengan pikiran – pikiran, ide – ide baru. Ya tujuan kita Bimtek ini adalah menggali potensi otak kita untuk pariwisata Bengkulu,” katanya.

Bimtek Kepariwisataan yang berlangsung 29 hingga 30 November 2017 di salah satu hotel dalam kota Bengkulu ini diikuti oleh 250 peserta industri pariwisata yakni dari unsur perhotelan, jasa perjalanan, restoran, rumah makan, para pelaku industri pariwisata, tukang parkir dan para pedangang kaki lima di destinasi wisata. (ae2)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × two =