34 Handtracktor, 8 Unit Mesim Perontok Padi Untuk 10 Kelompok Tani

34 Handtracktor, 8 Unit Mesim Perontok Padi Untuk 10 Kelompok Tani

39
BERBAGI
One/RBO: Pembagian 34 unit handtracktor dan 8 unit mesin perontok padi kepada 10 kelompok tani.

RBO, SELUMA – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan memacu produktivitas padi, jagung dan kedelai.

Di Kabupaten Seluma hal itu ditandai dengan pembagian 34 unit handtracktor dan 8 unit mesin perontok padi terhadap 10 kelompok tani.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam kegiatan gerakan tanam padi di desa Sari Mulyo Kecamatan Sukaraja pada Kamis (30/11) yang melibatkan dinas Pertanian Provinsi,TNI AD, Pemkab Seluma dan unsur forkominda dan pihak terkait.

Hadir dalam kegiatan penanaman padi di Desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja ini, Perwakilan Kementerian Pertanian, Wakil Bupati Seluma, Plt Kepala Dinas TPHP Provinsi, BPTP Provinsi Bengkulu, Kapolres, Kajari, Perwakilan Dandim 0425/ Seluma, Kepala Dinas Pertanian Seluma, Anggota DPRD Provinsi, para Babinsa dan kelompok Tani dan pihak terkait.

“Dengan bantuan ini diharapkan produktivitas pertanian khususnya padi,jagung dan kedelai dapat lebih meningkat. Dan kedepan harapannya kabupaten Seluma menjadi lumbung beras” sampai wabup, Drs. Suparto kamis (30/11).

Selain itu, gerakan tanam padi di Desa Sari Mulyo Kecamatan Sukaraja bertujuan untuk menindaklanjuti Program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Pemerintah terus memberikan semangat kepada petani untuk selalu bersemangat, mendukung program pemerintah dalam kedaulatan pangan menuju swasembada pangan khususnya di Wilayah Kabupaten Seluma,” sampai wabup.

Terpisah, Kades Sari Mulyo Tatik Winarti mengungkapkan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan yang disalurkan pemerintah. Hanya saja, persoalan alih fungsi lahan dan harga jual produktivitas padi, jagung dan kedelai masih menjadi persoalan petani.

“Selama ini harga masih dikuasai dan dipermainkan tengkulak. Kedepan pemerintah desa akan berupaya menanggulangi persoalan tersebut dengan membantuk Bumdes, sehingga dapat menampung produktivitas pertanian dengan harga pantas” sampai Tatik.(0ne)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

3 × 4 =