Rohidin Segera Jadi Gubernur Definitif

Daerah Featured Pemda Provinsi

Setelah RM Dituntut 10 Tahun, Tapi Tunggu…

RBO, BENGKULU – Provinsi Bengkulu segera punya gubernur definitif. Hal ditandai dengan hasil sidang tuntutan Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti (RM) yang telah dituntut 10 tahun penjara dan  hak politiknya dicabut selama lima tahun. Kemudian kapan akan definitifnya Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah, MMA? Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu mengatakan sabar! Karena putusan hukum tetap atas kasus hukum yang membelit RM masih belum inkrah. “Sabar saja. Itu kan baru tuntutan, belum putus sidangnya. Dan untuk kapan Gubernur Bengkulu definitif, semuanya tergantung Mendagri,” ungkap anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Siption Muhady S.Ag, Jumat (8/12).

Dari sidang tuntutan yang telah dilakukan, lanjut politisi PKB yang merupakan salah satu Parpol pengusung RM saat Pilgub tahun 2015 lalu itu, belum diketahui apakah RM akan mengajukan banding atau tidak. “Kalau arahan dari Mendagri untuk Gubernur definitif tunggu putusan inkrahnya. Dan kalau RM banding, maka prosesnya belum selesai karena setelah putusan itu nanti masih ada waktu 14 hari untuk menyatakan banding ataupun tidaknya,” tuturnya.

Dan untuk pelantikan Gubernur definitif nanti, jika memang sidang sudah selesai kemudian kedua belah pihak menerima keputusan tersebut, baru hasilnya inkrah. Setelah itu Mendagri yang menjadwalkan pelantikannya. “Kalau pelantikan Gubernur definitif itu nanti Mendagri yang jadwalkan, bisa di Jakarta, bisa juga di Bengkulu. Semuanya terserah Mendagri, kita yang di daerah sifatnya mengikuti saja,” paparnya.

Kemudian untuk pengisian posisi Wakil Gubernur, pihaknya dari DPRD Provinsi Bengkulu kata Siption juga belum menganggarkan dana untuk pelantikan, “Kalau Wagub, itu kami prediksi masih cukup lama. Bisa-bisa sudah akhir tahun 2018, sebab itu, kami tidak menganggarkan dana untuk pelantikan Wagub tersebut,” pungkasnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *