Hati-Hati Terhadap Produk Makanan yang Belum Bersertifikat Halal

Hati-Hati Terhadap Produk Makanan yang Belum Bersertifikat Halal

BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu agar mengonsumsi makanan yang berlogo halal serta mempunyai nomor registrasi yang langsung dikeluarkan oleh MUI.

“Ada beberapa logo halal yang terdapat pada makanan yang dijual di swalayan , warung atau tempat-tempat penjualan makanan lainnya yang terkadang hanya sekadar mengeluarkan logo halal, tapi tidak ada nomorregisternya (terdaftar). Makanan jenis tersebut diragukan tingkat kehalalannya,” ujar pengurus MUI Provinsi Bengkulu, Edward Suharnas.

Ia melanjutkan, ada beberapa makanan khas daerah Bengkulu terkadang ada yang tidak memiliki nomor register, tapi hanya sekadar ada logo MUI nya saja.

“Selama ini saya menilai kesadaran masyarakat Bengkulu terhadap konsumsi makanan berlabel halal serta ada no registernya untuk menghindari yang haram masih kurang. Kurangnya kewaspadaan untuk tidak konsumsi atau membeli makanan yang haram, pada umumnya bukan karena ketidaktahuan, akan tetapi karena ketidakpedulian dan terlalu menganggap enteng masalah tersebut dan sikap inilah yang menjadi masalah besar,” bebernya.

Ia menjelaskan, bisa dikatakan bahwa saat ini masih banyak sebagian produk makanan yang beredar di Provinsi Bengkulu yang belum disertifikasi halal dari MUI. Meskipun ada pula yang sudah mendaftarkan sertifikasi halalnya kepada MUI. Dan masih banyaknya produk makanan yang belum mendaftarkan sertifikasi halalnya kepada MUI. Karena mereka menganggap hal itu bukanlah wajib, sehingga tidak terlalu penting. Nanti ada saja pembeli yang akan membeli dagangannya.

Oleh karena itu MUI pada dasarnya menginginkan setiap produk makanan untuk didaftarkan sertifikasi halalnya, agar masyarakat muslim sebagai penduduk mayoritas di Provinsi Bengkulu tidak mengalami kesulitan dan dijamin kehalalannya dalam mengkonsumsi makanan.

“MUI Bengkulu kembali mengingatkan dan meminta kepada masyarakat jangan membeli makanan yang tidak memiliki sertifikasi halal serta tidak mempunyai no register dari MUI, karena diragukan tingkat kehalalannya. Meskipun secara kasat mata (zhohir) terlihat halal,” jelasnya.

Disamping itu, untuk para pedagang juga diminta jujur dan tetap amanah dengan tidak mencampurkan dagangannya dengan barang yang haram. Karena perbuatan tersebut adalah bukti penipuan. Masyarakat mungkin masih mentolerir kalau barang yang dibeli berbeda dari harga dan kualitas. Namun kalau sudah menyangkut sifat halal suatu barang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan kepada pedagang yang melakukan demikian harus ditindak tegas agar tidak terulang dan merugikan para pembeli. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × three =