Grace Natalie: Caleg PSI Gak Usah Khawatir Soal Keuangan

Grace Natalie: Caleg PSI Gak Usah Khawatir Soal Keuangan

BERBAGI
IWAN/RBO: Ketum PSI Grace Natalie saat berada di sekretariat DPW PSI Provinsi Bengkulu usai melakukan kopi darat, Selasa (12/12).

PSI Ajak Orang Baik Jadi Caleg

RBO, BENGKULU – Dalam mempersiapkan diri menghadapi Pileg tahun 2019, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan betul-betul selektif dalam mempersiapkan kader guna menjadi wakil rakyat di legislatif. Caleg yang mereka persiapkan nanti harus benar-benar bersih dan anti korupsi.
“Kalau pandangan kita tentang Bengkulu ini subyektif. Tapi kita berdasarkan data saja, yaitu berapa banyak misalnya kepala daerah di Bengkulu yang tersangkut korupsi. Sudah hattrick Gubernurnya tertangkap korupsi. Jadi ini sudah kronis. Kalau sudah sampai hattrick. Makanya kenapa, kita PSI mengajak orang-orang baik untuk terjun ke dunia politik, termasuk teman-teman wartawan yang tau, yang ngerti kalau saran kita masuk ke politik,” ungkap Ketum PSI Grace Natalie saat berada di sekretariat DPW PSI Provinsi Bengkulu usai melakukan kopi darat, Selasa (12/12).
Dijelaskan oleh Grace Natalie, dalam merekrut kader dan Caleg, PSI akan mengedepankan nilai-nilai yang baik dan juga kompetensi. “Dengan membawa motivasi yang baik dan punya kompetensi, makanya kita rajin mau ngajak masyarakat untuk melakukan yang terbaik. Jangan cuma mikir maunya kerja di swasta, tapi kerjalah di jabatan-jabatan public. Gaji atau penghasilannya sekarang sudah oke sebagai pejabat public. Jadi sebenarnya dengan menjadi pejabat publik, gaji yang kita dapat sudah sangat layak dan tanpa korupsi sudah lebih dari cukup. Cuman kalau emang dari awal motivasinya sudah jelek, mau bagaimanapun gajinya tetap akan mencari celah untuk melakukan korupsi. Utulah sebabnya, kita mengajak orang-orang yang berkompeten, ayo masuk gabung ke PSI,” ajaknya.
Sebab itu, proses rekrutmen kader dan Caleg harus diawali dengan baik. Jika sejak awal rekrut saja sudah melalui proses transaksional, bagaimana kedepannya akan menjadi baik? “Ini jadi challenge bagi kita semua Parpol, ayo dong lakukan rekrutmen Caleg secara terbuka. Jangan ambil formulir sudah harus bayar, entar saat kembalikan juga bayar lagi. Kemudian untuk keluar nama, Dapil dan nomor urut juga sudah keluar duit lagi. Itu yang kita ingin buka. Sebab itu kita ingin transparan agar semuanya bisa lihat bagaimana prosesnya. Orang kalau mau transaksional, kemarin ada yang datang ke DPP, orang itu datang membawa uang tunai Rp 150 juta minta satu kursi jadi. Kita bilang kita punya mekanisme, makanya transparansi jadi kunci dan kita ingin mengajak, partai lainnya juga melakukan secara transparan,” paparnya.

Dibantu Modal Kampanye
Kemudian untuk Caleg PSI dalam Pileg tahun 2019 nanti, Ketum PSI menegaskan, Caleg PSI tidak perlu khawatir soal keuangan. Uang tidak akan menjadi hambatan. “Masa nanti ada yang mundur jadi Caleg khawatir karena gak ada uang gak bisa kampanye. Maka tidak usah khawatir, karena kita akan melakukan froud founding. Froud founding itu adalah melakukan penggalangan dana dari publik. Memang kita gak punya tradisi mendapatkan dana dari masyarakat, orang saja apatis kok dengan politik kok malah diminta untuk berpolitik. Ini kan seperti mission imposible. Tapi kita sudah membuktikan beberapa kali penggalangan dana, kita kumpulkan komunitas, kita presentasi disitu dan kita jelasin kita mau ngapain, kita jelasin kenapa dengan menyumbang itu penting. Ternyata setelah kita jelaskan mau kok orang itu menyumbang asal jelas. Mereka nyumbang untuk apa, cara perjuangannya gimana. Nah bagaimana mereka bisa ikut mengawasi dan mengawal prosesnya. Ketika kita bisa meyakinkan itu, maka publik mau untuk menyumbang. Sebab itu, kami mengajak gak usah khawatir Caleg gak punya uang. Sama, saya juga gak punya uang. Tapi kita janjikan kita akan sama-sama kawal dana hasil penggalangan public, nanti bagi Caleg yang sudah lolos seleksi, kita akan lakukan pendanaan ada nomer rekening yang disiapkan, dan orang akan bisa langsung transfer ke nomer rekening tersebut,” pungkasnya. (idn)