Kepala BI Manfaatkan Pertemuan IMF & Bank Dunia Untuk Bengkulu

Kepala BI Manfaatkan Pertemuan IMF & Bank Dunia Untuk Bengkulu

BERBAGI
Adit/RBO: BI Bengkulu menginisiasi perbankkan revitalisasi cagar budaya di Bengkulu

PSBI Bantu 2 Cagar Budaya

RBO, BENGKULU – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra ingin memanfaatkan momentum pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali 2018 untuk pariwisata Bengkulu. Pertemuan tahunan tersebut sangat strategis untuk promosi Bengkulu.
Kpw BI Bengkulu, Endang Kurnia Saputra usai menyalurkan PSBI untuk dua Cagar Budaya di Bengkulu (11/12) mengatakan momentum pertemuan IMF dan Bank Dunia harus dimanfaatkan dengan baik.
“Pemanfaatan moment tersebut bukan hanya untuk RI namun juga harus dirasakan oleh Bengkulu 2018 pada bulan Oktober kita ada pertemuan itu, saya tidak mau sia-siakan itu. Kesempatan ini sangat baik untuk pariwisata kita dan daerah Bengkulu. Secepatnya saya akan ajak Pemerintah Provinsi dan pariwisata untuk menyusun strategi bagaimana caranya agar Bengkulu bisa tampilkan display disana, kita upayakan agar orang-orang yang mengikuti pertemuan tersebut tahu tentang Bengkulu, tahu begitu bagusnya destinasi wisata di Bengkulu,” terangnya.
Disisi lain, terkait persiapan itu, Kpw BI Bengkulu telah mempersiapkannya mulai dari sekarang. “Baru saja kita menyalurkan PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) untuk revitalisasi dua situs cagar budaya di Bengkulu. Dua cagar budaya itu yakni Benteng Marlborough dan rumah pengasingan Bung Karno. Dalam PSBI ini kita memberikan bantuan renovasi toilet, tempat wudhu dan mushola di halaman Benteng, kemudian pada rumah Bung Karno kita renovasi halaman parkir dengan vaving block, tiang bendera dan bangku tamannya. PSBI ini sebagai bentuk dan upaya kita menjaga cagar budaya, namun juga sebagai bentuk pemberian rasa nyaman kepada wisatawan. Bila mereka sudah merasa nyaman tentu akan meninggalkan kenangan dan rasa keinginan untuk kembali lagi,” ujarnya.
Endang mengatakan, BI betul care pada cagar budya agar bisa lestari dan berkembang. Karena BI memiliki alasan dan berpikir bahwa pariwisata adalah salah satu tulang punggung Bengkulu di masa depan.
Rippda (Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah) sudah ada. Peran BI dan perbankan lainnya seperti hal konkrit seperti ini.
Disisi lain, menanggapi bantuan PSBI yang diberikan, mewakili Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi, Kritianto Juardi menuturkan, BI ini bukan hanya membantu renovasi cagar budaya saja, namun juga menempati cagar budaya lain, misalkan saja di kantor kantor mereka, Jakarta, BI Jogja, begitu juga dengan perbankkan lainnya. ”
Bantuan semacam ini sangat baik untuk cagar budaya Indonesia, kerjasama ini hendaknya juga diikuti oleh BUM dan perbankkan lainya,” ujarnya.
Sementara itu, PLT. Sekda Provinsi H. Gotri Suyanto mengatakan pemerintah daerah mengucapkan terimakasih kepada BI Bengkulu atas kepeduliannya terhadap cagar budaya. “Tanpa bantuan BI dan stakeholder lainnya, pemerintah tak akan sanggup melestarikan cagar budaya ini. Maka dari itu diperlukan sekali CSR untuk pelestarian seni dan budaya di Bengkulu,” terangnya.(ae2)