PSI Fokus Hadapi Vertual, Kesampingkan Pilkada

PSI Fokus Hadapi Vertual, Kesampingkan Pilkada

Ketua Umum PSI, Grace Natalie saat kopdar di Bengkulu
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Meskipun belum bisa menjadi peserta pemilu tahun 2018, tapi sejumlah partai baru seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah bisa menjadi partai pendukung. Namun menuju Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu tahun depan, sejauh ini PSI belum menentukan dukungan.
Ketua Umum PSI, Grace Natalie membenarkannya. Menurut wanita yang pernah berprofesi sebagai wartawan ini, arah dukungan PSI ditentukan pengurus daerah. “Partai kami bisa menjadi pendukung, bukan partai pengusung. Untuk siapa yang akan didukung, kita serahkan kepada pengurus di daerah. Fokus kita saat ini untuk mempersiapkan diri menghadapi Vertual Parpol oleh KPU,” ungkap Grace Natalie, Selasa (12/12).
Disampaikan Grace, PSI akan fokus kepada verifikasi faktual yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kalau sekarang, kita fokusnya verifikasi. Karena waktu verifikasi faktual tinggal sedikit lagi, dimulai 15 Desember. Jadi kami sudah mengerjakan berkas yang harus disiapkan SKD, SKT serta KTA. Semua sudah kita siapkan. Kemarin kita sudah diterima KPU dengan baik saat pendaftaran. Nah verifikasi faktual sama-sama kita ketahui bahwa sangat teknis dan periodenya cukup panjang. Ini pengalaman pertama kami diverifikasi KPU, sebelumnya pernah diverifikasi faktual Menkumham tapi tidak sama. Hanya sampling. Kami pengurus PSI, semuanya masih muda-muda dan akan memberikan yang terbaik,” sambungnya.

Ingin Calonkan Presiden Sendiri
Ditambahkan Grace, PSI seluruh di Indonesia sudah siap menghadapi verifikasi faktual KPU. Karena proses ini bagi PSI tidak terlalu baru. “Proses ini telah kita lalui sewaktu diverifikasi oleh Kemenkumham, walaupun beda verifikasi faktual jika ditingkat KPU. Kita mulai dari nolkan, jadi verifikasi Kemenkumham dijadikan ajang latihan,” terangnya.
Agar waktu diverifikasi KPU seperti saat ini, lanjut Grace, pengurus PSI tidak kelabakan. Sebab, sudah pernah melaluinya. ‘’Untuk pemilu, kita PSI lebih titik beratnya ditahun 2019. Karena disana ada pileg, pilkada hingga pilpres. Kalau proses verifikasi faktual lolos dan ditetapkan jadi peserta pemilu. Maka kami ingin mengusung presiden kami sendiri nanti ditahun 2019,” tutup Ketum Parpol yang masih muda dan cantik tersebut.
Sementara itu, dari Ketua DPW PSI Provinsi Bengkulu, Muharam Effendi menambahkan, senada dengan yang disampaikan oleh Ketum, mereka masih ingin fokus menghadapi verifikasi faktual Parpol. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 + 7 =