Heboh! Buku Pelajaran Sekolah Ditulis Yerusalem Ibukota Israel

Heboh! Buku Pelajaran Sekolah Ditulis Yerusalem Ibukota Israel

AGUS/RBO - Buku pelajaran yang memuat tulisan Yerusalem Ibukota Israel
BERBAGI:

Palestina Tak Punya Ibukota

RBO, BENGKULU – Seperti diberitakan banyak media massa, seluruh dunia sekarang ini masih dihebohkan dengan kebijakan Presiden Amerika Donal Thrump atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel secara sepihak. Ini ditentang semua negara di dunia kecuali Israel.
Sementara itu, kehebohan atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel semakin rame di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Bengkulu. Pasalnya kemarin (12/12), masyarakat Bengkulu khususnya yang bergelut di dunia pendidikan dihebohkan dengan adanya informasi terkait buku cetak pelajaran sekolah yang menuliskan bahwa Yerusalem sebagai Ibukota Israel.
Berdasarkan informasi yang didapat RBI, buku yang membuat heboh tersebut merupakan buku IPS kelas VI SD karangan Sutoyo dan Leo Agung yang mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Dalam halaman 76 buku terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan halaman 76 tercetak nama negara Israel dengan ibu kota Yerusalem. Mirisnya lagi, buku IPS kelas VI tersebut saat ini bisa unggah gratis di Google Play Store.

Ditentang Semua Negara
Informasi tersebut didapat para guru dari pesan berantai yang dikirim melalui aplikasi sosial media WhatsApp (WA). Seperti halnya yang dijelaskan oleh Muhammad Mursyid Ediyono, S,Pd salah seorang guru SMP di Kota Bengkulu. Diterangkan Ediyono (sapaan akrabnya-red), informasi terkait adanya buku cetak pelajaran sekolah yang menuliskan bahwa Yerusalem sebagai Ibukota Israel didapatnya dari pesan disalahsatu grup WA miliknya.
“Informasinya itu di posting dalam bentuk foto-foto,” ungkap pria yang juga menjabat Kepala Departemen Kajian Publik Pengurus Wilayah (PW) KAMMI Bengkulu ini, kemarin (12/12).
Dijelaskan dia, dalam postingan gambar itu tertulis jelas tulisan di buku pelajaran sekolah itu bahwa Yerusalem adalah Ibukota Israel, bukan Ibukota negara Palestina. Padahal berdasarkan fakta sebenarnya bahwa Yerusalem adalah Ibukota negara Palestina. Namun, di dalam buku pelajaran itu negara Palestina tidak memiliki Ibukota.
“Buku pelajaran baru ini sangat ngaco isinya, tidak sesuai dengan fakta yang ada, Yerusalem itu Ibukota Palestina, dunia internasional sudah mengakui itu,” tegasnya.
Sementara itu, ia sendiri tegas meminta agar Presiden dapat segera menginstruksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud-red) RI agar segera menarik buku pelajaran sesat itu dari peredaran, baik dalam bentuk buku cetak maupun softcopy nya agar siswa dan masyarakat tidak salah menerima informasi dari buku itu.
“Biar tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat, Pemerintah Pusat harus segera bergerak cepat menarik peredaran buku-buku itu dari sekolah-sekolah di Indonesia,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta Pemerintah Pusat dan Kemendikbud dapat memberikan sanksi tegas kepada penerbit buku tersebut jika nanti penerbit terbukti sengaja menuliskan isi buku itu bukan pada fakta yang sebenarnya.
“Selain menarik buku dari peredaran, kita juga minta Pemerintah Pusat juga melakukan investigasi terkait masalah ini, mengecek langsung di lapangan, apakah ada unsur kesengajaan dalam pembuatan buku ini, jika ada kesengajaan maka Pemerintah Pusat harus memberikan sanksi yang tegas kepada penerbit, karena pemerintah memiliki kewenangan itu,” tegasnya.
Ditambahkan, kesalahan fatal pencantuman nama negara penjajah Palestina itu bertolak belakang dengan konstitusi Pembukaan UUD NRI 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Selain itu, kata dia, mencederai upaya yang dilakukan pemerintah RI dalam memperjuangkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina dan mendorong perjuangan kemerdekaan negara tersebut.
“Penarikan dan merevisi buku itu merupakan hal penting agar tidak ada kerancuan berpikir dari pelajar sekolah dasar dalam menyikapi siapa sebenarnya yang menjajah Palestina,” tegasnya.
“Apa yang ditulis dalam buku tersebut juga mencederai perjuangan Indonesia dalam mendorong kemerdekaan Palestina,” tambahnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

twenty − four =