Penetapan Obyek Wisata Unggulan Provinsi & Kab/Kota

Penetapan Obyek Wisata Unggulan Provinsi & Kab/Kota

ADIT/RBO: FGD Pemetaan dan Klasifikasi Daya Tarik wisata dilakukan Oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu bersama tim ahli saat ini tengah melakukan FGD (Focus Group Discussion) untuk melakukan penetapan obyek wisata unggulan provinsi Bengkulu dan obyek wisata unggulan di kabupaten kota. Menetapkan itu, Dispar menggelar FGD pemetaan dan klasifikasi daya tarik wisata.
“FGD ini berlangsung sampai besok (hari ini 13/12) kita masih merumuskan dan menetapkan bersama berdasarkan hasil kajian pengamatan di lapangan. Sebelumnya tim dinas pariwisata telah turun langsung untuk melihat kondisi di 77 titik destinasi wisata se provinsi Bengkulu. Dimana ada destinasi wisata yang bagus dan potensi untuk dikembangkan pasti tim kita kunjungi,” terang Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria melalui Sekretaris Dinas Drs. Januar Jumalinsyah saat pembukaan FGD pemetaan dan klasifikasi daya tarik wisata kabupaten kota.
Januar mengatakan, pemetaan obyek wisata yang ada, potensi wisata, baik alam dan budaya sangat menjanjikan. Dengan begini adanya saran dan masukan sehingga nanti akan lebih teroganisir promosikan destinasi pariwisata yang ada di daerah. Peran Provinsi mendorong pembangunan dengan saling berkordinasi dengan kabupaten kota untuk program yang dilaksanakan.
“Pariwisata ini bukan hanya program provinsi dan kabupaten saja, bukan hanya bisa dibantu APBD provnsi saja, namun juga bisa dibantu oleh APBN, karena sektor pariwisata ini sektor pertumbuhan ekonomi baru bagi negara dan pemerintah pusat sangat serius pengembangannya,” katanya.
Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Bengkulu, Ari Narsyah mengatakan, ini untuk mendukung visit 2020.
“Selama inikan kendalanya destinasi wisata kita itu banyak masuk dalam kawasan ekslusif, hutan lindung, cagar alam dan lain-lain. Nah disini tempat koordinasinya, FGD ini wadahnya. Sebagai contoh saat ini kita tengah menerunkan status dari cagar alam menjadi taman wisata alam danau Dendam. Dari penurunan status itu kawasan tersebut bisa kita manfaatkan untuk pariwisata yang dapat menimbulkan multi playerefek bagi masyarakat dan daerah. Ya saat ini kita siapkan segala sesuatu, kita siapkan DED, Amdalnya. Begitu juga untuk destinasi wisata yang ada di kabupaten, bisa melakukan hal seperti itu,” terangnya. (ae2)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 − ten =