Endang: 2018 Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu  5,0-5,2%

Endang: 2018 Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu  5,0-5,2%

Kepala Perwakilan BI Bengkulu menyerahkan cinderamata pada Plt Gubernur Bengkulu
BERBAGI:

Memperkuat Momentum, BI Gelar Pertemuan Tahunan

RBO, BENGKULU– Bank Indonesia menggelar pertemuan tahunan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu Rabu (13/12) malam. Kantor perwakilan Bank Indonesia menyampaikan kondisi ekonomi terkini dan prospek kedepan. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Momentum”.

Dengan memperkuat momentum dapat menyikapi pemulihan ekonomi global, kondisi ekonomi nasional yang stabil, dan pengembangan ekonomi Provinsi Bengkulu. Terkait dengan perkembangan Ekonomi Global pada tahun 2017 telah terjadi pemulihan ekonomi global yang tumbuh 3,6% dengan moto pertumbuhan tidak hanya dari negara maju, tapi juga dari negara-negara berkembang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia mengatakan, “Pelaksanaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2017 ini merupakan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Pertemuan ini juga merupakan bentuk penguatan komunikasi kepada stakeholders sebagai salah satu elemen dalam mendukung efektivitas kebijakan moneter melalui sinergi kebijakan pemangku kepentingan,” ujarnya dalam pemaparan kemaren.

Dikatakannya, dalam kesempatan tersebut Bank Indonesia akan menyampaikan pencapaian dan perkembangan terkait perekonomian Bengkulu tahun 2017. “Pada tahun 2018 diproyeksikan pertumbuhan Bengkulu akan mencapai 5.0-5.2%. Dengan masih bertumpu pada peningkatan pendapatan masyarakat yang didukung oleh peningkatan harga komoditas karet dan Crude Palm Oil (CPO),” terang Endang.

Dengan Outlook, perekonomian Bengkulu inflasi Regional diperkirakan berada dalam kisaran target sebesar 3,5 +  ditahun 2018 dengan kiitmen tim pengendali inflasi Derah (TPID) untuk menjalankan kebijakan kebijakan pengendalian harga sesuai radmap yang telah disusun dengan meningkatkan  kerja sama antar daerah di wilayah Sumatera dan daerah-daerah lain sebagai produsen komoditas yang menjadi substitusi untuk mengurangi ketergantungan wilayah tertentu.

Disamping itu juga, meskipun perekonomian Bengkulu diperkirakan melambat pada kisaran 4,8-5,1% dengan baseline 4,98%, laju inflasi Bengkulu pada tahun 2017 kondisi terkendasli yang mana sampai dengan November 2017 mencapai  2,99% YOY. Dijelaskan oleh Endang,  kondisi tersebut bersumber dari perlambatan konsumsi pemerintah dan tidak terlepas dari harga komoditas karet yang tidak sebaik tahun lalu. Dengan itu, Bank Indonesia Mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu diantaranya.

Proyek strategis pengembangan Infrastruktur antara jalan Pulau Baai-Kota Padang  dan jalan penghubung ke Provinsi Jambi langsung, Pembukaan rute penerbangan baru yang berdampak positif terhadap pengendalian infalsi angkutan udara. Penyelesaian rencana induk pengembangan pariwisata (RIPP) Provinsi Bengkulu, Pengembangan kawasan pulau Baai menjadi  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui kerjasama dengan PT Pelindo dan IPC Port of Bengkulu, serta pengembangan bandar udara Fatmawati Sokarno sebagai bandara Internasional.

Dalam rapat tahunan tersebut turut dihadiri Plt Gubernur Bengkulu Dr.drh.H. Rohidin Mersyah, M.Ma, bupati dan mewakili walikota, dan seluruh stakeholder.(sir2/yar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × 2 =