Reses Dapil 2, Warga Minta Lampu Jalan, Sentil Motor Dinas

Reses Dapil 2, Warga Minta Lampu Jalan, Sentil Motor Dinas

BERBAGI
Hj Mardiyanti SH saat menjelaskan persoalan lahan dalam reses Dapil Dua DPRD Kota Bengkulu di Kecamatan Muara Bangkahulu
BERBAGI:

RBO BENGKULU – Anggota dewan Kota dari Daerah Pemilihan 2, kemarin (17/12) menggelar reses di kecamatan Muara Bangkahulu. Nampak hadir dalam reses Sandy Bernando, Hj Mardiyanti SH, Bahyudin Basrah S.Sos, Wien Zafitra R, Imran Hanafi, Sutardi dan Nazarudin H.
Pantauan jurnalis, sejumlah usulan warga masih persoalan mendasar terkait kebutuhan umum antara lain, soal drainase di kampung KB, lampu jalan, dan infrastruktur yang masih ada belum tersentuh pembangunan. Lalu ada pula warga yang mengeluhkan soal harga gas LPG 3 kG yang melonjak naik, lalu soal jumlah sekolah yang masih minim, pemerataan honor pengurus mesjid dan kemudian soal rencana pemberian motor dinas untuk RT. Terakhir warga Budi Utomo meresahkan soal kafe malam diwilayah terminal Sungai Hitam.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi satu DPRD Kota, Hj Mardiyanti SH menjelaskan bahwa pembangunan jalan,drainase dan trotoar di Kota memang difokuskan selama 5 tahun ini. Sembari jalan, kata Mardiyanti pemerintah juga menindaklanjuti kebutuhan masyarakat lainnya seperti pengadaan lampu jalan dam pemagaran makam. Ditambahkan Imran Hanafi bahwa soal pemagaran makam sudah diusulkan. Mudah mudahan kata Dia tahun 2018 akan segera dibangun.


Sementara itu Sandy Bernando menjelaskan soal lampu jalan bahwa sudah menjadi prioritas. Tahun 2017 sudah dianggarkan Rp 7,5 miliar rupiah. Namun menurut Sandy penyebaran lampu yang dilakukan Dinas dirasa tidak menyentuh skala prioritas. Sebab hasil pantauan Dia masih ada wilayah yang harusnya dipasangi lampu, namun oleh pemerintah belum. Dikatakan Dia harusnya pihak Dinas harus memahami kebutuhan masyarakat.
“Nanti kami yang ikut reses ini akan langsung meminta pihak Dishub menindaklanjuti keluhan masyarakat. Bahwa titik titik yang menjadi skala prioritas dipasangi lampu, harus segera diperjelas,” tegas Dia.
Lalu soal bantuan motor, dijelaskan bahwa keputusan belum disetujuinya usulan itu karena legislatif menilai masih banyak kegiatan lain yang lebih membutuhkan bantuan dana APBD. Semisal, pengadaan tambahan bangunan sekolah baru, bangunan wc sekolah, untuk jalan dan drainase.
“Jika uang daerah ini banyak ya akan kita setujui. Tapi kan faktanya tidak demikian. Buktinya masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak. Salah satunya ya itu tadi kebutuhan tambahan bangunan sekolah, pemagaran makan, lampu jalan dan sejumlah infrastruktur lainnya. Jadi dewan harus memilih mana yang lebih dibutuhkan,” sampai Dia.
Terakhir soal lahan yang sudah dihibahkan untuk jalan seluas 2300 meter sudah diperjuangkan dewan kota. Dikatakan Mardiyanti, semoga saja tahun 2018 akan terealisasi. Sebab jika tidak maka hibah itu akan dibatalkan warga.
“Kita sudah perjuangkan hal itu. Harusnya segera ditindaklanjuti. Semoga tahun depan terealisasi,” sambung Imran dan Bahyudin.
Lebih jauh disampaikan Mardiyanti lagi bahwa soal usulan dan informasi dari masyarakat dalam reses ini dipastikan akan ditindaklanjuti, dan tentunya akan dibahas ditingkat legislatif. “Tentunya informasi dan usulan dalam reses ini akan ditindaklanjuti dengan dikomunikasikan bersama pemerintah kota, terutama soal pemerataan honor imam agar tidak terjadi kecemburuan sosial,” tambah Mardiyanti dan Bahyudin Basra. (lay).