Agen Judi Online di PS Minggu Diringkus

Agen Judi Online di PS Minggu Diringkus

BERBAGI:

 

RBO, BENGKULU – Jajaran tim Cyber Crime Polda Bengkulu kembali berhasil meringkus pelaku yang diduga melakukan tindak pidana perjudian online. Pelaku yakni berinisial SN (47), sekarang pelaku beserta barang bukti berupa 3 Unit Handpon, satu buah kartu ATM Bank Mandiri, satu buah KTP, milik pelaku diamankan di Mapolda Bengkulu untuk diproses secara hukum.
Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, S.Sos, melalui Kasubdit Penmas Polda Bengkulu Kompol H Mulyadi, dalam eksposnya kemarin mengatakan, saat ini pelaku telah diamankan bersama barang bukti yang berhasil disita tim penyidik Cuber Crime Polda Bengkulu.
“Sekarang ini, tim Cyber Crime akan berupaya melacak jaringan pelaku,” ucapnya.
Jaringan yang diduga Judi togel online ini, kata Mulyadi, Website yang dikunjungi atau yang digunakan pelaku ini, adalah Angintopan.com jaringanya juga diduga se- Indonesia. Dan untuk yang di Bengkulu pelaku ini yang berhasil diringkus, mungkin masih ada pelaku lain yang masih dalam pneyelidikan tim Cyber Crime Polda Bengkulu. Sesuai dengan pengakuan pelaku, lanjut dia, proses pencairan uang jika nomor yang dipasang oleh pemesan nomor tersebut dilakukan dengan sistem transfer menggunakan rekening pelaku. Kemudian bagi pemenang akan dibayar secara tunai oleh pelaku ini.
“Jaringan togel online ini merupakan jaringan se Indonesia yang diperkirakan pusatnya di Jakarta. Bagi pemenang nomor yang diapasang akan dibayar langsung oleh pelaku, karena hanya saja pemasang membayarkan uang mentransferkan ke rekening pelaku. Dan jumlah nominalnyapun bervariasi,” ujarnya dalam ekspos itu kemarin.
Pelaku berhasil ditangkap Tim Cyber Crime polda Bengkulu, di kawasan los mini Pasar Minggu Kota Bengkulu. Modus operandi yang dijalankan pelaku adalah, pelaku menawarkan kepada orang-orang untuk memasang nomor togel kepada pelaku. Ada tiga kategori pemasangan nomor togel yang ditawarkan pelaku kepada calon pemasangnya.
“Atas perbuatan pelaku, disangkakan Pasal 44 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman penjara paling lama enam tahun dan denda Rp 1 Miliar rupiah,” demikian tutup dia.(ide)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 − one =