Andi Mantan Kadis PU Prov Dituntut 7,5 Tahun

Andi Mantan Kadis PU Prov Dituntut 7,5 Tahun

BERBAGI

BENGKULU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu Kamis,(11/1) menuntut terdakwa Andi Roslinsyah, Indra Safri, Ahmad Ansori, Rosmen, Arbani, dan PT Vikri Abadi Group. Para terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin oleh Majelis hakim Dr Jonner Manik SH, MH, didampingi hakim anggota Hanny Angraini SH,MH dan Agusalim SH,MH.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutannya menuntut terdakwa Andi Rsolinsyah, dengan pidana 7 tahun 6 bulan penjara denda Rp 200 juta Subsider 4 bulan kurungan. Terdakwa Indra safari dituntut pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Terdakwa Ahmad Ansori, dituntut pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan dengan Denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Terdakwa Rosmen dituntut JPU dengan pidana penjara selama 7 tahun dengan denda 200 juta subsider 4 bulan kurungan dan juga harus mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 378 Juta, apa bila tidak dikembalikan maka diganti dengan pidana 1 tahun penjara. Kemudian untuk terdakwa Arbani, dituntut dengan pidana penjara selama 7 tahun penjara denda Rp 200 Juta subsider 4 bulan kurungan, dan mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 378 juta, apabila tidak maka akan dipidana selama 1 tahun penjara.
Sementara PT Vikri Abadi Group dituntut dengan pidana denda sebesar Rp 500 juta, jika tidak dikembalikan maka harta benda milik PT Vikri akan disita oleh Negara.
“Sesuai dengan surat dakwaan kita sebelumnya dimana terdakwa dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Jo pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan menuntut masing-masing terdakwa seperti disebut diatas,” terang Dodi Boediharjo dalam tuntutannya kemarin.
Sementara itu, Humizar Tambunan SH, saat dikonfirmasi terkait dengan tuntutan HPU itu mengatakan, apa yang dituntut oleh JPU terhadap kliennya selama 7 tahun 6 bulan itu terlalu kejam, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya dan diluar akal sehat. Sebab sebelumnya terdakwa Andi Roslinsyah sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar dari total Rp 3,2 miliar dalam pengerjaan proyek tersebut.
“Ya, klien kita sudah mengembalikan sebesar Rp 1,3 miliar kepihak Kejaksaan. Inilah yang membuat kita tidak habis pikir dan membuat saya shock, setelah mendengar tuntutan ini,” ucapnya seusai persidangan itu kemarin.
Penerapan Pasal 2 ayat 1 dalam tuntutan tersebut sangat tidak tepat. Sebab menurutnya, kliennya sudah mengembalikan setengah kerugian negara, aturannya hanya pasal 3 yang dikenakan.
“Semua keberatan kita ini, nanti akan kita tuangkan dalam nota pembelaan atau pledoi di persidangan lanjutan nanti. Yang jelas kita tidak akan bisa terima dengan tuntutan ini, semoga nanti hakim berkata dan memutuskan apa yang kita harapkan,” imbugnya.(ide)