Marjon: Sebelum OTT Warning Lemi

Marjon: Sebelum OTT Warning Lemi

BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Marjon M. Pd saat bersaksi untuk terdakwa Suryana, Hendra Kurniawa, dan Syuhadatul Islami alias Lemi, di Pengadilan Negeri (PN) tipikor Bengkulu kemarin mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui adanya rencana penyerahan uang untuk mempengaruhi putusan perkara Wilson saat itu. Namun dalam persidangan itu diakuinya setelah mengentahui hal tersebut justru ia melarang dan memarahi adiknya agar tidak melakukan hal-hal negatif dalam perkara yang sedang dihadapi Wilson adik bungsunya itu.

Sidang lanjutan perkara Operasi Sinyap KPK itu diketuai majelis hakim Admiral SH,MH, didampingi hakim anggota Dr Jonner Manik SH, MH, dan Agusalim SH, MH.

Saksi Marjon, dalam persidangan itu mengungkapkan, sebelum terjadinya penyerahan uang untuk mempengaruhi putusan atas nama terdakwa Wilson yang terseret dalam kasus dugaan korupsi dana rutin pada DPPKAD Kota Bengkulu saat itu, diakuinya bahwa dirinya pernah mengingatkan adiknya Syuhadatul Islami alias Lemi agar tidak melakukan hal itu.

“Ya, memang sebelumnya, saya pernah marah dan melarang adik saya Syuhadatul Islami itu. Agar tidak berbuat yang tidak tidak untuk mempengaruhi putusan Wilson,” imbuhnya dipersidangan itu kemarin.

Dipersidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pembrantasan Korupai (KPK) melampirkan barang bukti berupa rekaman suara telepon antara Pryiono, suami dari terdakwa Syuhadatul Islami dan Marjon, dalam rekaman itu, saksi Marjon mengatakan kepada Pryiono agar menasihati istrinya Syuhadatul Islami, agar tidak memgurus urusan lain, dan fokuslah kepekerjaan kantor.

“Ya, memang ada saya telepon Pryiono agar memerintahkan istrinya Syuhadatul Islami. Dan minta agar Lemi mengganti nomor HP. Sebab pesan-pesannya berbahaya, dan saya mengatakan nomor-nomor Syuhadatul itu buanglah, jangan lagi ngurus, dan uruslah masalah kantor,” jelas Marjon dalam persidangan itu kemarin.

Kemudian saat dihampiri RADAR BENGKULU seusai bersaksi ia enggan berkomentar banyak, dia hanya mengataka, sebagai warga negara yang baik siap untuk memberikan keterangan yang sebenarnya demi kepentingan Penyidik.

“Tadi udah ya saya sampaikan di persidangan, kita sebagai warga negara yang baik akan memberikan keterangan,” imbuhnya.

Sementara itu Ronal, tim satgas JPU mengatatakan, keterangan saksi Marjon diperaidangan ini menjelaskan semua apa yang tertera di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kemudian di persidangan itu ia mengakui mengetahui ada rencana untuk mempengaruhi putusan perkara itu, namun dia tidak mengetahui dan tidak mau tahu masalahnya, dan di peraidangan itu tadi dia juga mengaku marah dengan adiknya, yang hendak memberikan uang untuk mempengaruhi putusan Wilson itu.

“Ya, dipersidangan ini kita hanya meminta saudara saksi untuk menjelaskannya lebih ril. Dan tadi keterangan dia mengaku bahwa dia mengetahui adanya rencana penyerahan uang itu. Tetapi dia mengaku tidak tahu kapan penyerahannya dan berapa, karena dia juga tidak mau tahu masalah itu,” ujarnya. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen + 16 =