RSU Ummi Optimalisasi Poli Klinik

RSU Ummi Optimalisasi Poli Klinik

BERBAGI
ADIT/RBO: Manager Pelayanan RSU Ummi Kota Bengkulu

RBO, BENGKULU – Baru berusia dua tahun, berdiri Mei 2015 lalu, RSU Ummi mengalami perkembangan luar biasa pesat. Rumah Sakit Umum (RSU) Ummi Kota Bengkulu tahun ini akan mengoptimalisasi pelayanan poli klinik. Disamping itu juga, RSY Ummi akan menambah beberapa pelayanan ditahun 2018.

Dijumpai diruang kerjanya pada Rabu (10/1), Direktur RSU Ummi, dr. Syafruddin melalui Manager Pelayanan dr. Henny Widiastutie mengatakan, terkait pelayanan, ditahun 2018 ini RSU Ummi ada beberapa program peningkatan pelayanan. Diantaranya yaitu optimalisasi layanan poli klinik.

“Kita inginkan setiap jam, pagi siang dan sore dokter spesialisnya standby dengan cara membagi waktu jam praktik dokter. Kita juga ingin memanfaatkan dan melakukan penambahan jam kosong. Namun mengupayakan itu masih sedikit mengalami kendala. Karena dokter spesialis kita di Bengkulu inikan sebagian PNS, jadi mereka menyelesaikan tugas ditempat mereka baru kesini. Tapi itu bukanlah kendala yang berarti dan penghalang besar. Sebagai contohnya pada poli mata, kita sudah buka mulai dari jam setengah tujuh pagi hingga jam delapan pagi di RS Ummi. Kemudian lagi dilanjutkan pelayanan pukul 11 siang. Seperti misalnya penambahan jam poli pada pagi hari untuk poli bedah misalkan, dia pelayanannya mulai dari jam 11 siang. Namun saat ini kita upayakan agar bisa juga melayani pasien mulai dari pukul delapan pagi. Dan ini masih proses negosiasi dengan dokternya dan insya Allah akan bisa terpenuhi,” terangnya.
Transformasi untuk memberikan pelayanan terbaik terus dilakukan RSU Ummi. Karena pelayanan terbaik adalah tuntutan dari masyarakat. Menanggapi itu, RSU Ummi memberikan bekal dan pendidikan kepada seluruh karyawan rumah sakit.

“Kita sudah tanda tangan pakta integritas untuk seluruh karyawan agar tidak merokok di lingkungan RS dengan radius 150 meter dari tembok rumah sakit. Begitu juga dengan pasien, dilarang merokok. Setelah itu yang kami lakukan adalah pembenahan dari sisi SDM. Setiap minggunya kami lakukan rapat evaluasi terhadap pelayan yang diberikan oleh perawat. Disamping itu juga pelatihan – pelatihan dan pendidikan juga kami berikan untuk mengingatkan serta menambah ilmu dan wawasan dalam pelayanan,” terangnya.

RSU Ummi saat ini telah terakreditasi. Akreditasi yang diberikan pada April 2017 ini adalah akreditasi perdana. Rumah sakit Ummi sebagai rumah sakit tipe C ini telah memenuhi segala bentuk persyaratan sebagai rumah sakit tipe C. Ditahun 2020 mendatang ditargetkan RSU Ummi meraih akreditasi tertinggi. Yakni akreditasi paripurna.
Disisi lain dr. Henny menjelaskan, pada sisi pelayanan, tahun ini RSU Ummi juga telah menambah beberapa tempat tidur untuk kelas 1 dan 2. Semula hanya ada 52 tempat tidur, sekarang menjadi 60 tempat tidur untuk semua kelas ruang rawat inap.
“Dua tahun resmi jadi rumah sakit, kami tidak pernah menolak pasien. Hanya saja kapasitas kami yang terbatas. Semua mendapatkan pelayanan terbaik disini. Tidak peduli itu pasien umum atau BPJS. Perlu diketahui juga di kami bahwa, 80 – 85 pasien berobat kesini adalah pasien BPJS. Kamipun pihak manajemen tidak menutup diri untuk masukan yang membangun rumah sakit,” jelasnya. (ae2)