Gub Definitif, Tunggu Kekuatan Hukum Tetap RM

Gub Definitif, Tunggu Kekuatan Hukum Tetap RM

Prof Dr Juanda SH, MH
BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Sebelum ada kekuatan hukum tetap Gubernur Bengkulu nonaktif, Dr H Ridwan Mukti MH, Plt Gubernur Bengkulu Dr Drh H Rohidin Mersyah M.MA belum bisa didefinitifkan.
“Sepanjang pak Ridwan Mukti mengajukan upaya hukum (banding), maka Plt Gubernur belum bisa dinaikkan menjadi gubernur atau didefinitifkan,” ujar Guru Besar Hukum Tata Negara Unib, Prof Dr Juanda SH, MH ke RADAR BENGKULU melalui telepon seluler Jumat,(12/1).
Sesuai dengan UU Nomor 10 tahun 2016 atas perubahan dari UU Nomor 23 Tentang Pemilihan Gubenur/kepala daerah, diungkapkannya, kalau terdakwa Ridwan Mukti tidak mengajukan upaya hukum (banding) atau sudah ada kekuatan hukum tetap, barulah Plt Gubernur bisa didefenitifkan menjadi Gubernur. Namun jika pak Ridwan Mukti mengajukan upaya hukum, maka proses untuk mendefinitifkan Plt Gubernur menjadi Gubenur masih panjang prosesnya. Karena untuk menentukan putusan banding ataupun kasasi tidak bisa diprediksikan. Sebab, cepat atau lambatnya vonis banding itu tergantung dengan Pengadilan Tingginya. Banyaknya perkara, dan yang mana perkara yang harus diprioritaskannya, demikian juga dengan Mahkamah Agung (MA).
“Ya, intinya, kalau pak Ridwan Mukti sudah berkekuatan hukum tetap barulah Plt Gubenur bisa didefinitifkan. Tetapi kalau belum ada kekuatan hukum tetap maka prosesnya masih panjang. Kalau vonis bandingnya 2 tahun lagi, ya harus menunggu 2 tahun lagi Plt Gubernur diangkat menjadi Gubernur,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr Maqdir Ismail SH, LLM, selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa Ridwan Mukti, saat dihubungi melalui telepon seluler Jumat,(12/1) mengungkapkan, putusan yang disampaikan Mejelis hakim itu, menurutya tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Atas argumen-argumen yang disampaikannya dipersidangan itu ditolak, dan pak Ridwan Mukti sendiri dinilai tidak mengakui perbuatannya. Sementara Pak Ridwan Mukti sendiri apa yang mau diakuinya, karena dia memang tidak mengetahuinya.
“Ya, kita belum bisa memastikan banding atau tidak ya. Yang pasti putusan hakim itu berlebihan dan tidak masuk akal. Nantilah kita lihat banding atau tidaknya,” ucapnya melalui telepon seluler kemarin.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 + 13 =