Ngaku Dilecehkan, Guru Laporkan Guru ke Polda

Ngaku Dilecehkan, Guru Laporkan Guru ke Polda

BERBAGI
BERBAGI:

RBO BENGKULU – Miris! Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terulang di wilayah hukum Polda Bengkulu. Sebab Senin, (15/1) korban berinisial FA (27) eks honorer di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Provinsi Bengkulu mendatangi Mapolda Bengkulu. Dia  melaporkan teman kerjanya yakni berinisial TG (27) yang diduga sudah melakukan pelecehan seksual kepada terlapor.

Kepada RADAR BENGKULU korban  didampingi suaminya, menceritakan kejadian pelecehan seksual yang berlangsung pada 11 Desember 2017 lalu. Lokasi kejadian di sekolah tempat korban mengajar sedang melaksanakan ujian semester. Sehingga rata rata dewan guru sibuk mengawasi siswa yang sedang ujian.  Dalam suasana itu tiba-tiba korban dipanggil terlapor ke ruangannya.

Modusnya saat itu terlapor meminta agar salah satu soal di mata pelajaran Agama, khusus untuk anak terlapor jangan dipersulit. Permintaan terlapor itu  oleh korban disanggupi. Setelah itu korban lalu keluar dari ruangan terlapor dan kembali ke ruangannya di lantai bawah.

Tanpa sepengetahuan korban, terlapor membuntuti korban, lalu korban ditarik oleh pelaku dan secara tiba-tiba pelaku mecuil kemaluan korban. Namun saat itu korban berhasil lari dan menghindar, namun pelaku tetap saja mengejar korban dan langsung memeluk dari belakang. Sementara tangan pelaku meremas dada korban. Sambil mengancam korban dengan melontarkan kata-kata tak senonoh.

Diakui oleh korban bahwa sebelum dirinya menikah dengan suaminya Rian, terlapor pernah mengutarakan cintanya kepada korban. Namun saat itu korban menolaknya, kejadian itu berlangsung jauh sebelum mereka berdua bertemu lagi di SLB sebagai tenaga pengajar.

Setelah cinta itu ditolak, terlapor sudah beristri demikian juga dengan korban sudah bersuami.
“Saat kejadian saya ingin berteriak. Tapi tangan terlapor langsung membekap mulut saya dan mengancam agar tidak melaporkan kepada siapapun termasuk istrinya,” jelas korban sambil menangis saat dihampiri wartawan RADAR BENGKULU Senin,(15/1).

Setelah kejadian itu, lanjut korban atau pelapor, seakan hilang arah dan patah semangat. Akhirnya korban memilih melaporkan kejadian yang dialaminya kepada suaminya, Rian yang ikut menemani istrinya melapor ke Mapolda Bengkulu kemarin.
“Saat saya ceritakan suami saya sangat emosi, dan ingin mendatangi rumah pelaku. Tapi saya larang dan saya sarankan untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” bebernya.

Selain dari itu korban juga menceritakan, bahwa kejadian yang dialaminya, korban juga mengatakan kepada istri terlapor lewat SMS Facebook. Korban berharap agar pelaku segera berhenti mengganggunya dan segera menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Namun setelah ditunggu lama tidak ada itikad baik dari terlapor, sehingga korban memilih melaporkan kejadian ini ke Polda Bengkulu.
“Ya, saya pernah mengatakan dengan istri pelaku, kata istri pelaku biarlah dia yang menyampaikan kepada suaminya dan segera minta maaf kepada keluarga besar saya. Tetapi hingga saat ini pelaku belum juga melakukan upaya permohonan maf. Dan sekarang saya memberanikan diri untuk melaporkan pelaku. dan sekarang saya juga sudah mengundurkan diri dari sekolah tersebut,” ujarnya.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung, SH, M.Hum, mengatakan akan segera memanggil pelaku untuk dimintai keterangan terkait kejadian itu.
“Ya, saya akan perintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, agar segera kasus itu di tindak lanjuti,” ucapnya.(ide)