Usai Bayar Pajak, Warga Purbosari Tewas di Siring

Usai Bayar Pajak, Warga Purbosari Tewas di Siring

BERBAGI
Ilustrasi

RBI, SELUMA – Senin (15/1) sekitar pukul 06.30 WIB, warga dan pengguna jalan di RT 03 Dusun Mandi Angin Kelurahan Napal Kecamatan Seluma Kota mendadak heboh. Mereka dikejutkan dengan penemuan sosok mayat seorang laki- laki berusia sekitar 60 tahun yang tewas dengan posisi tergelatak di dalam siring.
Sontak saja situasi menjadi heboh, karena belum ditemukan identitas korban. Tak jauh dari tempat dimana korban tewas, terdapat sepeda motor Jenis Yamaha Vega R bernopol BD 4350 PD.
Warga yang mendapati hal itu langsung menghubungi aparat kepolisian untuk mengecek TKP.
“Dari olah TKP, tidak ada ditemukan luka bekas benda tajam atau tumpul maupun kerusakan berarti pada sepeda motor korban. Kita juga akan menelusuri kepada keluarga korban terkait riwayat kesehatannya,” kata Kapolsek Seluma, Iptu Joni Naibaho, Senin (15/5).
Polisi akhirnya membawa korban ke RSUD Tais untuk dilakukan visum Et repertum. Dari informasi dan keterangan sejumlah saksi, diketahui korban bernama Wandi (60) warga RT 11 desa Purbosari Kecamatan Seluma Barat.
“Dari Hasil pemeriksaan di TKP, ada sedikit luka dibagian kepala dan tidak diketemukan bekas pecahan kendaraan dan jejak rem. Menurut keterangan anak korban bahwa korban sering mengalami keram tangan kiri, korban perjalanan dari Kelurahan Napal untuk menemui salah satu warga napal. “Dugaan sementara kejadian tersebut adalah laka tunggal,” sampai Kapolsek.
Sementara itu, dari keterangan anak korban Yadi (16), sebelumnya bapaknya tersebut berpamitan pergi ke Kelurahan Napal Kecamatan Seluma Kota untuk mengambil STNK, titipan pembayaran pajak motor.
Diduga, saat perjalanan pulang inilah korban meninggal di pinggir jalan.
“Selama ini sering mengeluhkan tangan kirinya sering sakit, kesemutan dan keram. Sudah tiga hari tidak minum obat lagi,” cerita Yadi.
Hal lain juga diperkuat dengan keterangan Endang, Bidan desa setempat. Korban selama ini sering memerikan keluhan badan dan tangan yang sering sakit.
“Pernah berobat keluhan tangan dan badan sakit pegal. Sudah sekitar 2 bulan terakhir tidak lagi ke rumah untuk berobat,” sampainya.
Oleh keluarga korban, jenazah akhirnya dimakamkan pada Senin (15/1) siang di TPU desa setempat.(0ne)