Harga Beras Meroket, Senator Riri D Minta Pemda Antisipasi Cepat

Harga Beras Meroket, Senator Riri D Minta Pemda Antisipasi Cepat

Iwan/RBO Riri Damayanti John Latief S.Psi
BERBAGI:

RBO >>  BENGKULU >>  Senator Bengkulu yang baru satu bulan melepas masa lajangnya, Riri Damayanti John Latief S.PSi mengimbau kepada Pemerintah Daerah di Bengkulu untuk mempercepat pelaksanaan langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan naiknya harga komoditas beras yang meroket di pasar nasional.

Menurut Riri, langkah-langkah antipatif itu perlu segera dilakukan, seiring dengan bertambahnya penduduk miskin secara signifikan akan menjadi momok yang menakutkan. Baik bagi Pemerintah daerah itu sendiri, maupun bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Saat ini harga beras kemasan plastik berbagai ukuran dan merk secara nasional naik. Termasuk di Bengkulu. Kenaikannya bisa lebih dari Rp 10 ribu per karung. Ini harus segera diantisipasi,”ungkap anggota Komite III DPD RI tersebut, kemarin (18/1).

            Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bengkulu 2016-2021 ini memberikan apresiasi atas koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang lansung dipimpin oleh Plt Gubernur Rohidin Mersyah beberapa waktu yang lalu.       Menurut Riri, ini cermin pemerintahan yang responsif.

      “Plt Gubernur sudah menginstruksikan agar operasi pasar, pembelian gabah petani, distribusi Rastra, subsidi harga beras dari pemerintah dan pembuatan regulasinya segera dilaksanakan. Saya selaku Senator berharap Pemerintah Daerah di kabupaten/kota bisa melaksanakan instruksi ini dengan baik,” katanya.

      Selaku wakil rakyat di parlemen, Riri berharap Pemerintah RI mengkaji ulang kebijakan impor beras. Sebab, masuknya impor beras saat ini akan terbentur dengan masa panen raya. Menurut Riri, ini akan sangat merugikan petani.

“Stok beras kita di Bengkulu kan aman. Apalagi nanti saat musim pasca panen. Dan upaya-upaya Pemerintah Provinsi untuk terus meningkatkan produktifitas petani terus berjalan,” ujarnya.

      Untuk diketahui, Bank Indonesia Bengkulu belum lama ini merilis, kenaikan harga beras akan mengancam laju inflasi di Bengkulu. Sementara Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa komoditas beras merupakan penyumbang terbesar bertambahnya penduduk miskin di Bengkulu. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seven + seven =