Mantan Kasi III Intel Kejati Divonis 5 Tahun

Mantan Kasi III Intel Kejati Divonis 5 Tahun

BERBAGI

RBO,BENGKULU – Berakhir sudah karir terdakdakwa Parlin Purba mantan kasi III pada intel Kejasaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Sebab Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap pengamanan pulbaket proyek yang bermasalah, dan menjatuhkan pidana penjara 5 tahun dengan denda Rp 200 Juta Subsidair 3 kurungan. Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu diketuai Majelis hakim Gabriel Sialagan SH, MH, didampingi hakim anggota I Nic Samara SH, MH, dan anggota II Rahmat SH, MH.
Majelis Hakim Gabriel Sialagan, dalam amar putusannya mengungkapkan, bahwa sesuai dengan keterangan saksi dan barang bukti yang terungkap di persidagan, terdakwa Parlin Purba terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap untuk pengamanan pulbaket proyek pembangunan irigasi di Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran (TA) 2016-2017 dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Provinsi Bengkulu.
Adapun hal yang meringankan, terdakwa selama dalam proses persidangan bersikap sopan dan santun, terdakwa juga mengajukan Justice Collaborator (JC), di persidangan mantan Asisten Intelijen (Asintel) pada Kejati Bengkulu atas nama terdakwa Edi Sumarno. Kemudian hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pembrantasan tindak pidana korupsi, dan memanfaatkan jabatan sebagai penyelenggara negara untuk memperkaya diri sendiri.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 sebagaimana dakwaan alternatif pertama. Dan menjatuhkan hukuman seperti yang disebut diatas,” ujar Gabrile Sialagan dipersidangan itu Senin,(22/1).
Sementara terdakwa Parlin Purba setelah mendengar amar putusan itu, lantas langsung menyatakan, bahwa putusan yang disampaikan majelis hakim untuk dirinya itu adalah putusan yang terbaik, dan dirinya mengerti dan paham putusan tersebut.
“Ya, yang mulia saya mengerti, dan putusan ini adalah putusan yang terbaik bagi yang mulia majelis hakim untuk saya. Dan saya paham dan mengerti,” ujar Parlin Purba setelah pembacaan putusan itu kemarin.
Sementara Rizal selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa, saat dikonfirmasi terkait dengan putusan itu, mengatakan, kepastian untuk tidak mengajukan banding atau tidak, Pihaknya masih menunggu kepastian dari kliennya. Sebab keputusan untuk mengajukan banding itu adalah kesepakatan kliennya dan dirinya selaku PH yang mendapingi terdakwa di persidangan.
“Tadi (kemarin red) sudah jelas apa yang disampaikan klien kita dimuka persidangan itu. Nanti kita tunggu kepastian dari pak Parlin,” cetusnya seusai persidangan itu kemarin.(ide)