Transaksi Non Tunai di Bengkulu Masih Sedikit

Transaksi Non Tunai di Bengkulu Masih Sedikit

BERBAGI
ADIT/RBI KPw BI Bengkulu Endang Kurnia melihatkan salah satu uang elektronik untuk pembayaran transaksi
BERBAGI:

RBO >>  BENGKULU >>  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan bahwa transaksi non tunai di Bengkulu masih sedikit. Banyak faktor yang mendasari belum familiarnya orang Bengkulu menggunakan transaksi non tunai.

      Mengatasi hal itu, Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan OJK dan 19 bank lainnya membuat festival  Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dengan tujuan, untuk mengedukasi terkait GNNT dan untungnya bertransaski non tunai.

      “Di Bengkulu tansaksi non tunainya hanya tiga persen saja. Sedangkan 97 persennya tunai. Itu artinya mayoritas orang kita masih familiar dengan ini.  Maka dari itu kita melaksanakan festival GNNT ini tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat. Kemudian, memberikan wadah untuk masayarakat bertanya ke pihak bank langsung terkait transaksi non tunai. Ya, sesuai dengan target kita paling tidak tahun ini transaksi non tunai meningkat jadi 10 persen di tahun 2018 ini,” katanya.

      Endang mengatakan, masih lemahnya transaksi non tunai disini disebakan karena belum teredukasinya masyarakat.

      “Masih kecil transaksi non tunainya karena kita belum tahu manfaat dan keuntungannya saja. Bila sudah tahu pasti masyarakat kita akan beralih ke non tunai,” jelasnya.

      Bertransaksi  non tunai memiliki  dua instrumen pembayaran. Yakni alat pembayaran menggunakan kartu. Kartu kredit, debet, kartu ATM dan uang eletronik (E – money) yang uangnya disimpan dalam sistem  di chip dan server.

      Adapun manfaat dan keuntungan yang didapat bertansaksi non tunai adalah lebih mudah, pecahan uang kecil bisa dibayarkan. Sebagai contoh, tidak ada sistem pengembalian dengan permen. Umumnya, pedagang akan memberikan kembalian dengan permen jika tidak memiliki uang kecil. Namun, dengan adanya sistem pembayaran non tunai, masalah tersebut dapat terpecahkan dengan mudah. Keuntungan selanjutnya adalah cepat, aman terhindar dari uang palsu, transaksi yang transparan.

      Sementara itu, M. Akbar, salah seorang warga Kota Bengkulu yang mengunjugi pameran perbankan dalam festival GNNT di BIM 19 – 21 Januari mengatakan, dari festival ini masyarakat bisa tahu manfaat dari transaksi non tunai. Namun yang perlu diperhatikan juga ialah fasilitasnya. Hendaknya pihak bank dapat menempatkan fasilitasnya, misalkan kartu kredit disetiap toko, tempat makan dll. Agar lebih mudah dan bukan ditempat – tempat tertentu saja. (ae2)