PALM Ajak Masyarakat Tidak Beli Telur Penyu

PALM Ajak Masyarakat Tidak Beli Telur Penyu

SENO/RBO: KPABKI kembali temukan telur Penyu
BERBAGI:

RBO, MUKOMUKO – Organisasi Pecinta Alam Mukomuko atau yang dikenal dengan sebutan PALM mengajak segenap masyarakat Kabupaten Mukomuko untuk tidak lagi membeli telur penyu yang seakan bisa dijual bebas di sejumlah pasar di daerah ini.
Ketua Umum PALM, Robert Leonardo meyakini, maraknya pemburuan telur penyu di sejumlah titik pantai di Kabupaten Mukomuko erat kaitannya dengan masih adanya peminat dari telur hewan dilindungi ini.

“Saya pernah menegur langsung pedagang telur penyu. Waktu itu di Pasar Kecamatan Ipuh. Tapi apadaya, pedagang itu langsung menghardik saya dengan jawaban ketus,” ungkapnya kepada RBI saat ditanya prihal maraknya perburuan telur penyu di Kabupaten Mukomuko.

Diakuinya, dari penelusuran yang pernah ia lakukan di sejumlah pasar di daerah ini, para pedagang telur penyu ini menjual telur mulai harga Rp 5000 sampai Rp 10.000 per butir. Menurut pengamatannya, pembeli telur penyu ini cukup banyak.

“Jadi wajar banyak yang sengaja berburu telur penyu. Peminatnya banyak. Kalau yang dipasar-pasar itu biasanya yang jualan itu digabung dengan telur ayam. Keterangan pedagang yang pernah saat tanya, mereka memperoleh telur itu biasanya dari pemancing,” ceritanya.

Kata Robert, sebagian masyarakat mempercayai kalau telur penyu itu berkhasiat untuk kesehatan. Padahal menurutnya belum ada pernyataan langsung dari peneliti atau dokter kalau telur penyu itu baik untuk kesehatan.

“Saya sempat tanya-tanya juga dengan masyarakat, jawabnya ya katanya berkhasiat buat kesehatan. Terus baik untuk kaum pria untuk meningkatkan stamina. Tapi saya coba cari-cari di internet, mengkonsumsi telur penyu malah kurang bagus untuk kesehatan. Karena kadar colestrolnya 20 kali lebih tinggi dari telur ayam,” bebernya.

Menurutnya, apapun alasannya tidak dibenarkan memperdagangkan hewan atau sebagian dari tubuh hewan yang dilindungi. Apalagi ini khasiatnya belum tau kebenarannya.

“Kalau saya sebagai Ketum PALM cuma bisa mengajak masyarakat untuk tidak lagi membeli telur penyu. Kalau telur penyu ini tidak laku lagi dipasaran saya yakin perburuan akan berkurang. Jangan salah-salah loh, memperdagangkan hewan dilindungi ini bisa dipidana,” demikian Robert.

Beruntung sekali tanah Kampuang Sati Rantau Batuah ini, saat jurnalis RBI sedang menulis berita ini, masuk lagi pesan WA dari Ketua Komunitas Pecinta Alam Batu Kumbang Ipuh (KPABKI) Edi Susmanto. Dalam pesan yang ia kirim bahwa Minggu malam (21/1) pihaknya kembali menemukan puluhan telur penyu jenis Lekang di kawasan wisata Pantai Batu Kumbang Kecamatan Ipuh.

“Seperti biasa, telur sudah diamankan di penangkaran untuk ditetaskan,”tulis Edi dalam pesan WA nya kemarin. (sam)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two + 18 =