Perintah Plt Gub: Tidak Berpolitik Praktis dan Gunakan Bank Bengkulu

Perintah Plt Gub: Tidak Berpolitik Praktis dan Gunakan Bank Bengkulu

BERBAGI
AGUS/RBO: Plt Gubernur Rohidin melantik Caretaker Walikota Bengkulu, kemarin (22/1)

Caretaker Walikota Budiman Harus Siap

RBO, BENGKULU – Pasca resmi melantik Budiman Ismaun, M.Pd sebagai caretaker Walikota Bengkulu, Plt Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah, MMA mengingatkan tugas berat dan amanah yang akan diemban oleh Budiman Ismaun selama akan menjabat sebagai Caretaker.
Seperti diketahui, saat ini Budiman Ismaun tengah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Dia diposisikan sebagai kepala dinas di OPD tersebut pada pelantikan tanggal 11 Januari 2018 lalu oleh Rohidin Mersyah. Budiman sebelumnya adalah pejabat non job. Sebelum non job, dia menjabat sebagai Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu.
“Saya minta kepada Pak Budiman untuk tidak berpolitik praktis selama menjabat,” ungkapnya, kemarin (22/1) saat agenda pelantikan di Gedung Balai Raya Semarak Bengkulu.
Sementara itu, dalam mengisi jabatan sebagai Caretaker ia meminta Budiman dapat memanfaatkan semua kemampuan yang ada untuk menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara, sehingga mereka tidak terjebak dalam praktik politik praktis, serta tidak terpolarisasi kepada salah satu pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
“Saya minta Caretaker untuk menyukseskan Pilwakot Bengkulu. Tugas itu merupakan prioritas. Cek ulang sampai dimana tingkat kesiapannya saat ini, fasilitasi penuh penyelenggaraan Pilkada pada 27 Juni 2018,” terangnya.
Tak hanya itu, Rohidin juga berpesan agar Budiman untuk dapat bekerja dengan baik dan merealisasikan program yang belum sempat direalisasikan oleh Walikota Bengkulu sebelumnya.
“Pelantikan Caretaker Walikota ini melalui proses yang panjang. Kami mengevaluasi sebaik mungkin sebelum mengajukan siapa yang layak menjadi Caretaker ini. Saya juga mengimbau kepada Caretaker Walikota Bengkulu untuk bersinergi dalam melaksanakan pembangunan. Karena secara tidak langsung saudara adalah milik masyarakat Kota Bengkulu maka bersinergilah sebaik mungkin,” tegasnya.
Dibagian lain, ia juga meminta Budiman dapat berkoordinasi dengan pihak Pelindo II Bengkulu dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyerahkan 800 sertifikat tanah kepada masyarakat. Selain itu, Rohidin juga meminta agar pengelolaan kas daerah Pemkot Bengkulu kembali ke Bank Bengkulu.
“Bank Bengkulu 100 persen adalah aset daerah, maka jangan lagi menggunakan Bank lain,” tegasnya.
Disisi lain, ia juga meminta Caretaker dapat menjadikan Pantai Panjang menjadi ikon pariwisata Provinsi Bengkulu.
“Tolong ditata sedemikian rupa sehingga Pantai Panjang betul-betul menjadi ikon pariwisata Bengkulu. Jadi ada tiga agenda yang harus di selesaikan, yakni Bank Bengkulu harus segera dijadikan mitra kerjasama, kedua fasilitasi sertifikasi Kampung Sejahtera, serta penataan kawasan Pantai Panjang sebagai icon Bengkulu,” ulasnya.
Sementara itu, Caretaker Walikota Bengkulu Budiman Ismaun mengatakan, dirinya siap menjalankan tugas yang telah diamanahkan oleh Plt.Gubernur kepada dirinya.
“Saya akan bekerja keras mengemban amanah yang diberikan ini, tentunya dengan mengikuti regulasi yang ada,” jelasnya singkat.
Sekadar informmasi, terpantau turut hadir dalam agenda kemarin mantan Wakil Walikota Bengkulu Patriana Sosialinda, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi, Sekda Kota Marjon, anggota DPD RI Ahmad Kanedi, Bupati Kepahiang, Bupati Seluma, Bupati Benteng, dll. (ags)