Sampah Masih Berserakan di Sekitaran Danau Nibung

Sampah Masih Berserakan di Sekitaran Danau Nibung

BERBAGI
SENO/RBO: Aktivis Lingkungan Dorong Masyarakat Jaga Kebersihan

Kader PA: Kesadaran Pengunjung Perlu Ditingkatkan

RBO, MUKOMUKO – Terhitung sejak pertengahan tahun 2017 lalu, objek wisata Danau Nibung mengalami kemajuan pesat. Dengan berbagai fasilitas hiburan yang tersedia, objek wisata andalan Kabupaten Mukomuko ini berhasil menyedot ribuan pengunjung setiap pekannya.

Kendati demikian, sayangnya kemajuan ini tidak diimbangi dengan peningkatan kebersihan di kawasan wisata tersebut dan hal tersebut turut disesalkan kader Pecinta Alam, Risna Hotasoit yang diketahui Kadiv Litbang dan Humas Pecinta Alam Mukomuko (PALM).

Ia menyayangkan, belum ada kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya agar kebersihan Danau Nibung terus terjaga.

Menurutnya, belum tumbuhnya kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya itu wajar-wajar saja terjadi. Pasalnya, dilokasi objek wisata Danau Nibung secara geografis berada di wilayah Kota Mukomuko itu masih sangat minim tong sampah dan peringatan-peringatan yang mengajak pengunjung untuk tertib menjaga kebersihan.

“Kalau masih banyak yang buang sampah sembarangan, ya wajar aja bang. Tong sampahnya cuman satu kok ditarok di pinggir jalan agak jauh dari fasilitas umum. Kalau saya lihat kayaknya dari Lingkungan Hidup (LH),” beber Risna.

Melihat kondisi itu, PALM bersama komunitas penggiat lingkungan serta club motor yang ada di Kabupaten Mukomuko berencana akan melakukan Bakti Sosial. Baksos itu rencananya membuat tong sampah untuk diletakan disejumlah titik di kawasan wisata Danau Nibung.

“Tapi kita kumpul uang dulu bang. Kalau hitungan kasar kami budgetnya lumayan juga. Tapi hari Minggu kemarin (21/1) PALM dan sejumlah Komunitas lain menggelar aksi bersih Danau Nibung. Ya tuhan sampah plastik banyaknya. Sementara karung bekas kami ngumpulin sampah kemarin kami letakakan di beberapa titik. Mungkin aja ada pengunjung yang sadar dan buang sampah dalam karung. Gak asal buang lagi sembari tong sampah kita jadi,” demikian Risna. (sam)