Kepala Korban Dipenggal Lalu Dibuang ke Sungai, Tsk Diciduk

Kepala Korban Dipenggal Lalu Dibuang ke Sungai, Tsk Diciduk

BERBAGI
BERBAGI:

Eko: Pelaku & Korban Berkelahi

RBO >>  KEPAHIANG >>  Peristiwa tragis menggemparkan warga terjadi di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Selasa (23/01) pukul 10.00WIB. Hermansyah alias The’eak (40) warga Dusun 6 tewas dengan kepala terpisah dari badannya yang diduga dibacok oleh seorang pemuda inisial DD (38) warga setempat.

Data terhimpun, pembunuhan terjadi saat korban dan pelaku bertemu di kebun kopi yang jaraknya sekitar 4 KM dari desa setempat. Menurut warga bernama Eko Purnomo (30), keduanya berangkat dari kampung saat pagi hari. Dimana korban berada di depan, sedangkan pelaku berada di posisi belakang berjarak sekitar 200 meter.

“Tadi aku ndak ke kebun, tapi singgah dulu di sawah gaek (orang tua). Pas aku meletakkan tas, ado tetanggo kebun bernama Heri Joana alias Yono teriak minta tolong. Ado orang belago. Lalu kami berdua datang. Setelah kami di TKP, keduonya lah belago,” ujar Eko Purnomo, di kediamannya, Selasa siang.

Melihat pekelahian yang sangat sengit tersebut, saksi berteriak minta pertolongan. Tetapi sayang tidak ada warga di TKP. Akhirnya saksi berlari ke kampung memanggil warga.

“Yang belago itu memang DD dan Hermansyah itulah,” ucap Eko.

Warga yang mendapatkan laporan dari saksi langsung berhamburan menuju TKP. Nahasnya, sampai disana warga sudah melihat tubuh korban sudah tergeletak di bawah pohon kopi dengan bersimbah darah tampa kepala.

“Ketiko aku dan warga sampai lagi di TKP, korban sudah seperti itu (tewas) dan pelaku sudah tidak ada di tempat,” tuturnya.

Dari pengakuan warga lainnya, Sahya (45) usai menghabisnya nyawa korban secara sadis, pelaku melarikan diri ke arah Barat Wetan atau Kecamatan Kabawetan dan diduga membawa kepala korban, karena kepala korban sempat hilang.

“Tadi sempat melihat pelaku berlari kearah Sempiang, Barat Wetan, Kecamatan Kabawetan,” sampainya.

Karena pelaku sudah pergi, warga memilih melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian setempat. Atas kerja anggota kepolisian dan warga, jasad korban dievakuasi menggunakan sepeda motor dengan posisi duduki di tengah antar pengendara dan penumpang lainnya sampai ke gang desa. Lalu jasad dimasukkan ke mobil ambulans dan dibawa ke RSUD Kepahiang.

“Tadi jasadnya dibawa menggunakan sepeda motor, dengan posisi diduduki di tengah dan bagian atas (kepala) ditutup jaket,” terangnya.

Disisi lain warga bersama tim gabungan Polres Kepahiang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Akhirnya pelaku berhasil diamankan di salah pondok yang ada kawasan Bukit Hitam, berselang 3 jam dari kejadian. Sedangkan kepala korban ditemukan di Sungai Air Durian, satu jam setelah penangkapan DH. Kepala korban yang terpisah dari badannya itu sengaja dibuang terperiksa ke sungai.

“Kejadiannya sekira jam 10.30 WIB dan kami berhasil menangkap pelaku 3 jam kemudian di Bukit Hitam,” kata Kapolres Kepahiang, AKBP Pahala Simanjuntak, Selasa sore.

Dalam mendalami motif pembunuhan ini penyidik masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan saksi-saksi. “Saat ini kita masih dalam motif pembunuhan ini,” tegasnya.

Kronologis berhasil dihimpun, lanjut Kapolres, awalnya Eri Sujoyono Als Yono (27), sedang berada di kebun mendengar suara orang berkelahi. Kemudian saksi mendekati tempat suara gaduh tersebut dan saksi melihat pelaku sedang membacok korban karena merasa takut. Saksi  berteriak meminta bantuan tetangga kebun. Tidak lama datang saksi Eko Purnomo dan melihat korban telah meninggal dunia tanpa kepala. Kemudian saksi meminta bantuan kepada warga Desa untuk membawa korban ke Desa Daspetah dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ujan Mas.

“Kepala dalam keadaan terpenggal, ditemukan 8 x 2 cm, 2 luka bacok pundak sebelah kanan, luka robek 5x1cm 3, luka robek pada dada 2x1cm 4, luka robek pada pundak belakang sebelah kiri sebesar 6×3 cm, dan luka pada lengan kiri bagian belakang robek 3x1cm,” terang Kapolres.

      Selanjutnya Tim Opsnal Sat Reskrim & Sat Intelkam Polres Kepahiang & Polsek Ujan Mas yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Kepahiang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sekira pukul 13.00 Wib pelaku ditemukan dipondok kebun miliknya sendiri dan langsung diamankan tanpa perlawanan.

Berdasarkan keterangan pelaku bahwa kepala korban dibuang oleh pelaku di Sungai Durian yang berada tidak jauh dari pondok pelaku tersebut. Selanjutnya personel Polres dipimpin Kapolres beserta masyarakat setempat melakukan pencarian kepala korban di dalam sungai tersebut. Sekira pukul 14.30 WIB kepala korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke RSUD Kab.Kepahiang. (izu)

Korban Lagi Ambil Bambu

      Dari keterangan yang disampaikan warga setempat, korban pergi ke kebun kopi pada pagi hari kemarin untuk membantu keluarganya bernama Ely mengambil bambu sebagai bahan pondok kebun. Tetapi entah mengapa datang pelaku sehingga terjadi keributan dengan korban. Kemudian terjadi perkelahian dan berujung pemeggalan kepala.

“Kalu dilihat dari lukanya, nampaknya korban dibacok dulu di bagian punggung kanannya, roboh baru dipotong kepalanya,” terang Eko.

Disisi lain warga lainnya yang enggan disebutkan nama, mengatakan bahwa terduga pelaku sudah beberapa tahun terakhir mengidap penyakit gangguan jiwa. Mungkin hal itu menyebabkan pelaku tega melakukan pembunuhan keji seperti itu.

“Memang sudah beberapa tahun terakhir ini pelaku mengalami gangguan jiwa, sering marah-marah,” terang pria muda ini.

Dari pantauan lapangan, pasca kejadian itu warga desa nampak geger, dan beberapa keluarga nampak menangis di pinggir jalan. Nampak sekali warga histris saat jasad korban dibawa menggunakan sepeda motor. Tetapi kondisi aman karena ratusan anggota kepolisian dikerahkan untuk mengamankan kondisi diTKP dan desa. (izu)