Apa!!? Masih Ada Warga Kota Bengkulu Jadikan Siring sebagai Jamban?

Apa!!? Masih Ada Warga Kota Bengkulu Jadikan Siring sebagai Jamban?

BERBAGI
Arjuna/RBO: Acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan tahun 2018 dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Sidomulyo
BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan tahun 2018 dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Sido Mulyo. Acara tersebut dihadiri oleh, Camat Gading Cempaka, Lurah, Kepala Puskesmas Sido Mulyo, dan seluruh RT dan RW se Kelurahan Sido Mulyo.

Acara tersebut membahas tentang usulan pembangunan untuk tahun 2019, dan juga akan menyelesaikan pembangunan yang belum tuntas pada usulan untuk priode 2018. Usulan masyarakat untuk membangun jalan yang belum tersentuh aspal dan pembangunan drainase yang baru dan merehab yang sudah rusak.

Salah satunya adalah terkait dengan budaya hidup bersih dan religius, sehingga warga nyaman dan tenang tinggal dilingkungan tersebut. “Kedepan, tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan dan menjadikan siring sebagai jambannya,” kata salah seorang warga dilingkungan Kelurahan Sido Mulyo yang enggan disebutkan namanya.

Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB, pada Selasa (23/1) tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan dan akan didilanjutkan lagi ke kecamatan.

“Ada beberapa rencana pembangunan yang belum selesai tahun lalu, dan tahun ini direncanakan akan diselesaikan,” kata Lurah Sido Mulyo, Aini, SE, saat memberikan sambutan dan tanya jawab.

Untuk itu, dia berharap kepada seluruh warga agar bersabar dan saling membantu dalam proses kelancaran penyelesaian pembangunan tersebut. “Saya harap seluruh warga kelurahan Sido Mulyo membantu proses pembangunan tersebut,” kata Aini.

Sementara itu, Camat Gading Cempaka, Soni Risdianto mengatakan bahwa pembangunan di Kelurahan Sido Mulyo belum merata. Karena terkendala dengan anggaran yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU). “Kami terus berusaha untuk mengingatkan dinas tersebut untuk menyelesaikan usulan kita sesuai dengan usulan yang diprioritaskan,” kata Soni.
Soni menambahkan, pada tahun 2018 ini ada program pembuatan taman di Kelurahan.

“Kalau ada warga yang mau menghibahkan lahannya, maka kami akan usulkan untuk pembuatan taman tersebut. Seperti di wilayah jalan Gedang yang sudah ada warga yang siap mewakafkan lahannya untuk taman. Untuk taman tersebut bisa berbentuk lapangan futsal anak-anak atau lapangan voli, sehingga ada tempat untuk warga berkumpul melakukan aktivitas olahraga agar hidup menjadi sehat,” ujar dia. (Sir)