Warga Benteng dan Seluma Diserang Beruang

Warga Benteng dan Seluma Diserang Beruang

BERBAGI
DEDI/RBI Kades Padang Tambak menunjukan bekas gigitan beruang yang dialami warganya

RBO >> SELUMA, BENTENG >>  Tarmizi (56), petani karet dari Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma harus rela kehilangan jari manis kaki kiri setelah diserang beruang madu. Peristiwa ini terjadi saat Tarmizi menyadap karet di kebun miliknya di kawasan Trans Tanjung Kuaw, Kecamatan Lubuk Sandi pada Sabtu (27/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Bukan hanya jari manis kaki kiri yang putus, korban juga mengalami luka robek di bagian paha sebelah kiri akibat gigitan binatang buas yang dilindungi tersebut.

Kronologis kejadian bermula, saat itu korban sedang menyadap dikebun karet miliknya.Tanpa diketahui korban, tiba-tiba ada seekor beruang madu dewasa yang langsung menyerang korban dengan mencakar paha kiri serta menggigit jari kaki kiri korban. Beruang yang beringas dan kelaparan terus menyerang korban dengan mencakar dan menggigit yang menyebabkan jari manis kaki kirinya putus.

Mendapat serangan tersebut, korban berusaha memberontak dan sempat mencabut goloknya agar terlepas dari gigitan beruang tersebut.

Mendapat perlawanan, akhirnya korban berhasil melepaskan diri dan korbanpun langsung bersusah payah lari menjauhi beruang sambil berteriak minta tolong.

Sementara itu, salah seorang saksi mata,  Yayat (60) yang kebetulan sedang kerja upahan menebas rumput dikebun  milik Saparudin yang juga bersebelahan dengan kebun korban yang mendengar teriakan korban itu, dia langsung bergegas menuju suara teriakan dan memberikan pertolongan kepada korban untuk dibawa pulang ke petugas medis terdekat.

“Ketika saya sampai ke lokasi, beruang sudah lari. Saya langsung tolong dia dengan menaikkannya ke sepeda motor dan langsung dibawa ke Puskesmas Tumbuan,” sampai Yayat, saksi mata, Sabtu (27/1).

Berselang 20 menit dari tempat kejadian semula, korban sudah tiba di Puskesmas Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi. Sayangnya, ditempat ini korban yang mengalami luka parah yang dideritanya mengharuskan korban dirujuk ke RSUD Tais.

Setelah mendapat pertolongan medis ditempat ini, pihak medis juga menyarankan agar korban dibawa ke RSUD M Yunus Bengkulu. Hingga pukul 17.20 WIB akhirnya korban di larikan ke RSUD M Yunus Bengkulu.

Sementara itu, anak korban Marto Atmojo (34) mengaku sudah bertahun-tahun orang tuanya menyadap karet miliknya tersebut.

“Tidak ada tanda-tanda adanya keberadaan binatang buas itu di daerah ini sebelumnya,” sampainya.

Dibagian lain, teror beruang madu sebenarnya sudah lama mengincar aktivitas warga, khususnya petani di sejumlah desa di Kecamatan Lubuk Sandi.

Keberadaan beruang madu sudah mulai mengkhawatirkan dengan telah menyisir kawasan pemukiman warga.

“Pohon kelapa belakang rumah kami malam kemarin habis diumbuti beruang,” Celoteh Gusti (34), warga Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi.

Bukan hanya dirinya, teror keberadaan beruang madu juga diakui Mike Atneli (33), warga Desa Tanjung Kuaw, Kecamatan Lubuk Sandi.

Menurutnya, sejumlah petani karet di desa sekitar sudah sejak lama melihat keberadaan beruang madu dewasa.

“Kalau kata tukang sadap karet kami, memang sudah sering melihat keberadaan beruang madu. Bahkan, buah durian di kebun kami habis di rontokkan beruang,” sampainya.

Masyarakat berharap, teror beruang madu yang mengancam sejumlah warga, terutama di Kecamatan Lubuk Sandi dapat segera diatasi dengan meminta pihak BKSDA turun ke lokasi. Warga juga tidak berani bertindak, lantaran beruang madu merupakan salah satu satwa langka dilindungi.

//Warga Benteng Digigit Beruang

      Sementara itu, nasib nahas itu juga dialami Angga Beni Saputra (22), warga Desa Padang Tambak, Kecamatan Karang Tinggi. Saat berburu babi hutan, dirinya diserang beruang dan mengalami luka  di kaki sebelah kanan akibat gigitan beruang tersebut.

Data terhimpun, Sabtu (27/1) sekitar pukul 16.30 WIB Angga bersama rekannya berburu babi di hutan, tak jauh dari desa. Usai memasang rumpon babi, dirinya melepas anjing yang biasa diajaknya berburu. Namun nahas saat mengejar babi hutan, kawanan anjing pemburu dikejutkan kehadiran seekor beruang madu. Beruang yang merasa terdesak akibat gongongan anjing itu melakukan perlawanan dan menyerang Angga. Akibatnya, Angga mengalami luka gigitan dan cakaran beruang. Beruang berhasil diusir setelah rekan-rekan Angga bersama anjing pemburu mendesak hewan ganas itu.

Mendapati luka dan banyak mengeluarkan darah, akhirnya rekan Angga membawanya ke RSUD Benteng untuk mendapatkan perawatan dan menghindari adanya rabies yang masuk ke dalam luka.

“Saya juga terkejut tiba-tiba beruang itu menyerang. Kejadiannya sangat cepat. Saya tak bisa menghindar lagi. Saya sering berburu dan baru kali ini saya temui di sekitar sini masih ada beruang,” ungkap Angga.

Terpisah, Kades Padang Tambak, Sutaryo menjelaskan, di dalam hutan sekitar desa memang masih ada beruang. Apalagi desa itu berbatasan langsung dengan perkebunan PT Agri. Sebelumnya juga ada warga yang melihat ada beruang 2 ekor.

“Sebelumnya ada warga kami yang mengembalakan ternak melihat ada beruang. Namun untungnya tidak menyerang. Mungkin karena diburu dan merasa terancam, akhirnya beruang melawan,” kata Sutaryo.

Dia juga berharap pihak BKSDA bisa melakukan penangkapan terhadap beruang itu. Sebab dikhawatirkan beruang masuk ke pemukiman dan menyerang warga. Apalagi setelah tesiar kabar ada warga diserang beruang, para pemburu liar akan melalukan perburuan ilegal.

“Pasti akan banyak yang berburu. Kami khawatir beruang masuk ke desa dan menyerang ternak dan warga desa. Sebab itu kami minta BKSDA bisa membantu masalah ini,” ujar Sutaryo. (one/tan)