Diduga Langgar Batas Wilayah, Polres Mukomuko Amankan Nelayan

Diduga Langgar Batas Wilayah, Polres Mukomuko Amankan Nelayan

BERBAGI
Dua Kapal Trawl nelayan Pessel

RBO, MUKOMUKO – Enam nelayan asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) saat ini diamankan di Mapolres Mukomuko lantaran diduga melanggar batas wilayah tangkap serta menggunakan alat tangkap yang dilarang. Pengamanan ini dilakukan sejak Sabtu (27/1) kemarin guna menghindari keributan dengan nelayan Mukomuko.
Dua kapal trawl yang digunakan untuk melaut juga diamankan di Muara Sungai Selagan dengan penjagaan keamanan pihak kepolisian.
Kapolres Mukomuko, AKBP Yayat Ruhiyat, SIK melalui Kapolsek Kota Mukomuko, IPTU Kartono saat dikonfirmasi membenarkan prihal penahanan keenam nelayan Pessel tersebut.
Ia mengatakan, penahanan ini bermula dari laporan nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM) Kelurahan Koto Jaya Kota Mukomuko. Jelasnya, nelayan asal Sumbar ini dipaksa mendarat ke Muara Sungai Selagan di PIM karena dianggap telah melakukan penangkapan ikan di wilayah tangkap nelayan tradisional PIM. Selain itu, kuat dugaan nelayan asal Sumbar itu menggunakan trawl untuk menangkap ikan.
“Dari keterangan saksi, pada Sabtu kemarin itu, sekitar pukuk 17.30 WIB nelayan PIM mengamankan ABK kapal asal Sumbar tersebut kedaratan. Selanjutnya sekitar pukul 18.30 kapal trawl yang digunakan berhasil dibawa ke muara. Kejadian ada yang melapor dengan kita dan kita langsung mengamankan nelayan dari daerah lain ini agar tidak terjadi keributan dengan nelayan kita. Keenam nelayan Pessel itu,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan, Sekretaris Kelompok Nelayan PIM, Syarial alias Buyung Bule membenarkan pula prihal pengamanan keenam nelayan Pessel tersebut.
Ia menjelaskan, tindakan nelayan PIM menyeret nelayan asal Pessel itu karena dianggap telah melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang dilarang di wilayah perairan PIM.
“Sebenarnya kalau alat tangkapnya sama dengan nelayan kami tidak jadi masalah. Ini dia pakai trawl di halaman rumah kami. Sedangkan kami cuma pakai jaring,” bebernya.
Ia mengungkapkan, sebenarnya tindakan yang dilakukan nelayan PIM ini puncak dari kekesalan selama ini terhadap nelayan pendatang yang kerap melajukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan trawl. Katanya, nelayan PIM sudah sangat sering menegur langsung nelayan Pessel tersebut untuk tidak melakukan penangkapan dengan cara ilegal.
“Tapi saat ditegur gak digubris. Justru mereka terkesan melawan. Akhirnya puncaknya kemarin itu mereka diamankan. Dipaksa menepi ke Muara Sungai Selagan,” urainya.
Kata Buyung Bule, rencananya pihaknya akan menerapkan hukum adat atas apa yang sudah dilakukan oleh enam nelayan Sumbar ini. Sesuai kesepakatan yang juga diketahui pihak Pemkab Mukomuko, nelayan Pessel itu akan dikenakan denda.
“Satu kapal dikenakan denda sebesar Rp 10 juta. Tapi tindak lanjut kedepannya akan kami rapatkan dulu,” ujarnya.
Katanya, jika ada ke enam nelayan Pessel itu diduga telah melakukan penangkapan dengan cara ilegal dan harus berurusan hukum, sepenuhnya kami serahkan dengan pihak berwajib.
“Penyelesaian dengan kami ya dengan cara adat tadi. Yakni, denda. Kalau ada kosekwensi hukum yang harus mereka jalani itu ranahnya Kepolisian. Yang jelas tugas kami membantu melakukan pengamanan kapal yang sekaran teparkir ditempat kami agar tidak menambah masalah baru,” demikian Syarial. (sam)