Dewan Cantik Tidur di Penjara

Dewan Cantik Tidur di Penjara

Dedi - MD saat diangkut ke mobil Jaksa kemarin
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu benar-benar menepati janji. Setelah resmi menerima salinan putusan kasasi terpidana oknum anggota dewan Kota Bengkulu Mahgdaliansi, langsung dieksekusi pagi kemarin. Sekarang oknum dewan cantik itu mulai Rabu malam tadi, (31/1) tidur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkulu.
Data yang terhimpun RADAR BENGKULU terpidana Mahgdaliansi, yang juga masih aktif di kursi komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu dari Fraksi Golkar itu, dijemput paksa oleh pihak kejaksaan di kediamannya di Jalan Serayu Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu, sekira pukul 09.00 WIB Rabu,(31/1) pagi. Saat dijemput terpidana Maghdaliansi yang mengenakan celana warna hitam, baju dan jilbab pink dan mememakai kacamata warna hitam itu terlihat sedikit bersikap kooperatif terhadap Jaksa.
Namun pada saat digiring keluar dari rumahnya menuju mobil oknum dewan cantik yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kesusilaan bersama-sama di muka umum, hal itu sesuai dengan putusan kasasi Mahkmah Agung (MA) Nomor 1310K/Pid/2017 itu, langsung berlari sambil menutup mukanya dengan jilbab pink yang dikenakannya saat itu. Sehingga mukanya terhindar dari setiap petikan camera awak media yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik saat itu. Terpidana Mahgdaliansi oknum anggota Dewan itu dijemput di rumahnya langsung digiring dan ditahan di Lepas Bentiring Bengkulu.
Kejari Bengkulu, I Made Sudarmawan SH, MH, melalui Kasi Pidum Kejari Bengkulu Rozano SH, saat dikonfirmasi terkait dengan eksekusi itu, mengungkapkan, Sesuai dengan yang diungkapkannya beberapa waktu lalu setelah menerima petikan akta pemberitahuan putusan kasasi dari MA itu, pihaknya langsung memonitor keberadaannya. Sehingga setelah menerima salinan putusan kasasi MA itu secara resmi eksekusi langsung dilakukan.
“Ya, memang benar hari ini (kemarin red) kita melakukan ekseskusi, jadi bukan penahanan lagi. Tetapi melaksanakan eksekusi sesuai dengan putusan hakim MA,” ujarnya seusai menjebloskan Mahdaliasni ke dalam Lapas kelas II A Bengkulu Rabu, (31/1).
Diungkapkanya, sekira pukul 09.00 WIB pihaknya dari kejaksaan langsung menjemput terpidana Mahgdaliansi di kediamannya dan langsung digiring ke Lapas. Diakuinya terpidana pada saat melakukan eksekusi juga bersikap kooperatif, bahkan yang bersangkutan sudah menunggu pihaknya untuk melakukan ekseskusi terkait dengan putusan kasasi itu 10 bulan penjara.
“Ya, yang bersangkutan langsung kita bawa ke Lapas untuk menjalani hukuman sesuai dengan putusan kasasi MA. Yaitu 10 bulan penjara. Terpidana tadi (kemarin red) juga bersikap koopertif dan sudah menunggu Jaksa melakukan eksekusi,” demikian tutup dia.(ide)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × five =