Siapa yang Terseret? Kantor Walikota dan BPKAD Digeledah

Siapa yang Terseret? Kantor Walikota dan BPKAD Digeledah

Dedi /RBO Penyidik kejari Bengkulu saat menggeledah ruang bagian hukum Pemkot Bengkulu kemarin
BERBAGI:

 

 

Penyidik Sita Dokumen Penting 1 Koper dan 1 Dus

 

RBO >>  BENGKULU >>  Kantor Walikota Bengkulu dan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu digeledah tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu. Hasilnya, penyidik menyita dokumen penting 1 buah koper dan 1 dus dokumen. Siapa yang bakal terseret dalam kasus ini? Entahlah, tunggu saja babak berikutnya.

Penggeledahan itu terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengambilan dana Beban Kerja (BK) pegawai Rp 500 juta di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bengkulu tahun 2014-2015, yang terindikasi tidak sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebelumnya. Seperti yang dilaporkan M Sofyan, mantan Kepala DPPKAD Kota Bengkulu tahun 2015 lalu yang sekarang berubah menjadi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu itu.

Data yang terhimpun RADAR BENGKULU penggeledahan yang dilakukan Penyidik Kejari Bengkulu yang diketahui berjumlah sekitar 7 orang itu awalnya sekira pukul 10.00 WIB mendatangi kantor Walikota Bengkulu dan menggeledah isi ruangan bagian hukum dan ruangan Sekretaris Daerah (Sekda). Sehingga penggeledahan di kantor Walikota Bengkulu itu selesai sekira pukul 11.30 WIB dan tampak penyidik keluar dari kantor orang nomor satu di Kota Bengkulu itu membawa 1 buah koper dan 1 dus yang berisikan dokumen penting yang berkaitan dengan berkas Peraturan Walikota (Perwal) tahun 2015 lalu.

Penggeledahan itu tidak berakhir di kantor Walikota Bengkulu saja. Sebab seusai penggeledahan di kantor walikota itu penyidik kembali meneruslam pemeriksaan ke kantor BPKAD Kota Bengkulu. Di kantor tersebut Penyidik menggeledah ruang sekretariat dan ruang bidang anggaran. Hasilnya Penyidik kembali menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan perwal itu.

Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan SH, MH, melalui Kasi Pidsus, Oktalian SH, saat dikonfirmasi terkait dengan penggeledahan itu mengatakan, diakuinya pihaknya kemarin itu memang melakukan penggeledahan di kantor Walikota Bengkulu dan kantor BPKAD Kota Bengkulu. Penggeledahan itu terkait dengan kasus yang sedang ditangani Penyidik Kejari Bengkulu saat ini.

“Ya, memang benar hari ini (kemarin red) kita melakukan penggeledahan. Tadi (kemarin red) dari bagian umum kantor Walikota Bengkulu. Penggeledahan ini yang intinya mengumpulkan dokumen sehubungan dengan tindak pidana korupsi dalam pemberian dan BK di DPPKAD Kota Bengkulu tahun 2014-2015 lalu,” ujarnya disela-selah penggeledahan itu Rabu,(31/1).

Kemudian dia juga mengatakan, penggeledahan ini tidak sangkut paut dengan kasus lain. Tidak lain adalah kepentingan tim Penyidik dalam melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BK senilai Rp 500 Juta itu.

Seperti diketahui sebelumnya kasus ini dari Penyelidikan dengan Penyidikan ada dugaan pelanggaran Perwal terkait dengan pengambilan dana BK Rp 500 Juta itu.

“Sekarang kita menyita Perwalnya dulu. Dan kita melihat aturannya dulu. Karena dari hasil Penyeliudikan hingga ke Penyidikan memang ada indikasi disana,” ujarnya.

Penggeledahan ini, kata Oktalian, tidak menutup kemungkinan bisa ke mana-mana. Sebab pihaknya terus mencari semua dokumen terkait dengan Perwal itu.

“Bisa kemana-mana nanti. Yang jelas kalau memang dokumen yang terkait dengan dokumen itu disimpan dimana, nanti kita kesana. Yang kita sita sekarang ini semua dokumen yang terkait dengan Perwal atau pemberian  Dana BK itu,” demikian ujarnya.

Sementara Kabag Hukum Kota Bengkulu, Abdul Rais, saat dikonfirmasi terkait dengan penggeledahan itu, mengakui memang ada penggeledahan dan penyitaan beberapa berkas di bagian hukum Pemkot Bengkulu.

“Yang disita adalah dokumen terkait dengan Perwal tahun 2014 dan tahun 2015. Memang ada penggeledahan itu dan kita mendapat pemeritahuannya,” singkatnya.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 − one =