Buser Polres Bengkulu Tangkap DPO Penipuan CPNS

Buser Polres Bengkulu Tangkap DPO Penipuan CPNS

BERBAGI
Tsk kasus penipuan (tengah) saat diamankan di kantor polisi.

RBO, BENGKULU – Buser Polres Bengkulu berhasil meringkus Tsk dugaan tindak pidana penipuan CPNS inisial MH (45). Tsk berhasil diringkus di Jakarta, sekarang tsk beserta barang bukti diamankan di Mapolres Bengkulu. Tsk sebelumnya ditetapkan sebagai DPO sejak tahun 2016 lalu, korban dalam kejadian itu sekitar 10 orang, sementara kerugian masing-masing korban bervariasi ada yang Rp 15 Juta, Rp 20 Juta, bahkan ada yang mengelami kerugian Rp 114 Juta.

 

“Tsk sudah kita tetapkan DPO sejak 2016 lalu, hasil dari kerja keras tim sehingga Tsk berhasil juga kita tangkap,” ujar Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart SH, S. Ik, melalui Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Djohan Andika S. Ik, kemarin.

Dijelaskan, penangkapan Tsk berawal dari pihaknya mendapat informasi keberadaan Tsk. Setelah memastikan bahwa dia benar DPO, tim buser Polres Bengkulu langsung melakukan pengintaian hingga  penangkapan.

“Tsk ini berhasil kita tangkap di Jakarta. Kita mendapat informasi Tsk ini tinggal di Jakarta kita langsung meluncur menangkap Tsk,” tambahnya.

Kemudian ia juga mengatakan, korban dalam kejadian itu cukup banyak, hingga kerugian atau uang yang digelapkan Tsk itu ada sekitar Rp 300 Juta. Modus penipuan tes CPNS pada umumnya, Tsk menjanjikan kepada korban bisa meloloskan tes CPNS dengan syarat menyerahkan beberapa uang. Awalnya Tsk menginformasikan kepada para korban bahwa ada pengangkatan CPNS otomatis bagi yang tidak lolos K1 dan K2. Salah satu korban yang tertipu paling banyak adalah Ahmad Muzami warga Kelurahan Anggut, Kota Bengkulu.

Korban menyerahan uang kepada Tsk secara bertahap yaitu pada 3 Desember dan 5 Desember 2013. Kemudian 2 Januari 2014 dan 19 Agustus 2014. Total uang yang ditransfer tersebut Rp 114.600.000. Korban kehabisan kesabaran dan memilih melaporkan kepada pihak kepolisian karena sampai tahun 2016 tidak ada kejelasan terkait lulus CPNS tersebut.

“Memang keterangan dari korban, Tsk ini yang memberitahu dan mengatakan bisa meloloskan CPNS korban yang tergiur dengan tawaran Tsk sehingga menyerahkan uang sesuai dengan permintaan Tsk saat itu,” denikian tutup dia.(ide)