Banyak Ikan Mati di Sungai Ketahun

Banyak Ikan Mati di Sungai Ketahun

BERBAGI:

DLHK Prov Pastikan Turun Lapangan dan Cek

RBO,BENGKULU – Bencana! Komisi II dan Kimisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Kamis, (15/2) mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu. Tujuannya untuk menindak lanjuti laporan masyarakt dan mempertanyakan penyebab banyaknya ikan mati di sungai Ketahun pada Jumat 9 Februari 2018 lalu.
“Ya, kami dari komisi II dan komisi III DPRD BU menindak lanjuti laporan masyarakat, bahwa di air sungai Ketahun ada ikan yang mati. Jadi kami mempertanyakan apa penyebab asal usul ikan itu mati,” ujar Edi Sanusi ST wakil ketua komisi II DPRD BU seusai hearing itu kemarin.
Sejauh ini, lanjut dia, belum dapat diketahui secara pasti, apa penyebab kematinya ikan tersebut. Memang ada indikasi atau dugaan dari laporan masyarakat bisa jadi asal usulnya dari Lebong atau hulu air sungai tersebut. Dan bisa jadi juga pencemaran dari pabrik CPO atau tambang batu bara.
“Kalau prediksi dari masyarakat, atau hasil laporan dari lapangan ikan yang mati itu adalah jenis ikan semah. Dan ikan semah itu ada di daerah Lebong. Oleh karena itu untuk mengetahui memastikan penyebabnya, kami atas nama lembaga DPRD BU sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana,” tambahnya.
Memang di waktu hearing itu tadi, lanjut dia, pihak DLHK Provinsi Bengkulu, mengatakan, bahwa ciri-ciri ikan yang mati karena pencemaran dari limbah pabrik CPO dan tambang batu bara adalah kulitnya berwarna hitam. Sementara ikan yang mati di sungai itu masih sehat dan segar, jadi, bisa jadi ikan itu mati terindikasi disebabkan oleh putas yang dilakukan oleh masyarakat.
“Jadi, kami minta DLHK Provinsi Bengkulu bersama dengan dinas terkait untuk melakukan pengecekan ke Kabupaten BU, supaya kedepan tidak lagi terjadi hal yang serupa,” ucapnya.
Kemudian ia, juga minta kepada pihak DLHK Provinsi Bengkulu, agar mengecek beberapa perusahan pabrik CPO yang ada di PT Sil di kabupaten BU itu. Sebab pada tahun 2017 lalu juga penah terjadi kejadian serupa ikan dan ternak masyarakat setempat banyak yang mati.
“Ya, kita juga minta dan berharap kepada pihak DLHK agar melakukan pengecekan sampel terhadap pabrik CPO yang ada di BU itu,” tandasnya.
Sementara Kadis DLHK Provinsi Bengkulu, Ir Agus Priambudi M.Sc, mengatakan, memang dalam hearing itu tadi, pihak DPRD dari Kabupaten BU ini mengadukan masalah pencemaran atas banyaknya ikan yang mati di sungai ketahun beberapa waktu lalu itu. Atas aduan tersebut, pihaknya menjanjikan segera turun ke lapangan, untuk melakukan pengecekan langsung, dan mencari tahu apa penyebab sebenarnya ikan di sungai itu mati.
“Ya, atas aduan itu kita dari DLHK Provinsi Bengkulu, akan turun dan berkoordinasi dengan DLHK Bengkulu Utara, untuk melakukan pengecekan langsung apa penyebab kematian beberapa ikan di sungai itu,” jelasnya.
Dijelaskannya, kalau memang ada kesalahan yang dilakukan perusahan setempat, hingga terjadinya pencemaran lingkungan. Maka pihaknya juga akan bertindak dengan tegas terhadap perusahaan tersebut.
“Kalau memang terbukti ada pelanggaran dakan kesalahan, yang dilakukan oleh perusahaan yang ada di kabupaten BU itu maka ada catatan bagaimana predikat perusahaan itu sendiri,” tambahnya.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

six + six =