Buk Guru Laporkan Ka SMPN 21 ke Polisi

Buk Guru Laporkan Ka SMPN 21 ke Polisi

BERBAGI:

Kepsek: Dia Ribut dengan Guru Lain, Saya Mau Mendamainya

RBO,BENGKULU –Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi dikalangan tenaga pendidik di wilayah Kota Bengkulu. Kamis, (22/2) sore pelapor atas nama Yuli Setiawati, seorang guru PNS di SMPN 21 Kota Bengkulu, mendatangi Mapolsek Gading Cempaka, kedatangannya itu melaporkan terlapor atas Sp, S.Pd, tidak lain adalah Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu itu sendiri. Dalam laporannya menyatakan, bahwa terlapor sudah melakukan pemukulan terhadap pelapor yang mengenai muka sehingga menyebabkan bagian kening dan pelipis mata kiri pelapor bengkak dan lecet. Selain dari itu kepala bagian belakang sebelah kanan pelapor juga terbentur ke dinding, dan siku kanan pelapor juga terasa sakit dan bengkak.
Kronologisnya, berawal dari pelapor melaksanakan kegiatan ujian praktik siswa-siswi kelas 9 di ruang Lab IPA, kemudian terlapor selaku Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu itu datang ke ruangan tempat korban melaksanakan ujian praktik itu, kemudian terlapor menarik tangan kiri pelapor dan memaksa sambil marah. Sehingga sesampainya di kantor terlapor yang tidak bisa menahan amarahnya sehingga terjadilah penganiayaan tersebut.
“Saat dia (terlapor red) memukul saya, dia bilang (Ngapo kamu cak itu nian) sambil terus jelit dan mukul saya,” singkat pelapor kemarin.
Dikatakan pelapor, bahwa dirinya selain mengajar di sekolah tersebut, dirinya juga menjabat sebagai bendahara sekolah. Dan bertugas mengurus semua keperluan sekolah termasuk alat tulis kantor (ATK) arau mengelola dana Bantuan Operasional (BOS).
“Saya didorong oleh terlapor sehingga saya tersungkur. Sehingga membuat matanya bengkak dan mengelami luka lecet, tidak hanya itu tangan saya juga sedikit lecet,” ujarnya.
Sementara Kapolsek Gading Cempaka Kota Bengkulu Iptu Rabnus Supandi, SH, membenarkan.
“Ya, laporan korban sudah kita terima, terlapor dan pelapor segegra kita panggil untuk dimintai keterangan,” demikian tutup dia.
Sementara itu Kepsek SP dikonfirmasi mengatakan bahwa pelapor awalnya ribut sesama guru. Gara-gara ujian praktik. “Kemudian guru tadi melapor ke saya. Maka selaku Kepsek saya memanggil pelapor di ruangan Lab. Namun dia menolak. Kemudian saya tarik tangannya lalu dia melawan. Sehingga dia terjatuh dan saya mau menolongnya. Bahkan dia mencepak bagian sensitif saya. Lalu saya marah dan menamparnya,” demikian SP. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

18 − three =