SMK BU Butuh Tambahan RKB dan Alat Praktek

SMK BU Butuh Tambahan RKB dan Alat Praktek

BERBAGI
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Siption Muhady, S.Ag saat reses di SMKN 2 Putri Hijau

Masyarakat Butuh Jembatan dan Listrik

RBO, BENGKULU – Dari pelaksanaan kegiatan reses yang dilakukan sejak tanggal 26 Februari sampai tanggal 2 Maret tahun 2018. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Siption Muhady, S.Ag mengatakan banyak aspirasi masyarakat yang akan diperjuangkan DPRD dan harus diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Seperti kebutuhan terkait pendidikan, SMK di Kabupaten Bengkulu Utara masih kekurangan Ruangan Kelas Baru (RKB) dan alat praktek jurusan. “Saat saya reses di SMKN 2 Putri Hijau, sekolah disana mengeluhkan soal kebutuhan akan alat praktek jurusan, dimana saat ini alat praktek mereka sangat terbatas. Kemudian jumlah ruangan belajar dari jumlah siswa sebanyak 540 ruangan belajar mereka masih sangat kurang,” kata Siption Muhady, kemarin.

Oleh karenanya sebagai anggota Dewan Dapil Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah Siption Muhady akan memperjuangkan aspirasi yang di dapatkan melalui reses tersebut. “Tujuan Reses dan turun kedaerah pemilihan adalah untuk menyerap aspirasi warga didapil oleh karenanya, masukan dan aspirasi tersebut menjadi tanggung jawab saya untuk diperjuangkan,” jelas dia.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Siption Muhady, S.Ag

Masyarakat Butuh Jembatan dan Listrik

Selain itu soal kelengkapan sekolah, masih adanya jalan yang merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Bengkulu sejak 34 tahun terakhir belum pernah dibangun dari Air Putih sampai Air Muring, Air putih sampai Karya Pelita, Suka Makmur sampai Napal Putih. “Juga seperti yang disampaikan Camat Merigi Sakti, Seblat Pak Al Hakim. Jembatan Air Putih sepanjang 25 meter belum dibangun, kemudian masalah listrik yang belum maksimal melayani 24 jam, karena kerap padam aliran listriknya. Juga petani setempat mengharapkan bantuan pupuk subsidi,” papar Politisi PKB tersebut.

Keluhan masyarakat hampir sama, lanjut anggota dewan dari Dapil Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah tersebut juga disampaikan oleh warga Desa Suka Makmur, Desa Sukamaju dan Desa Karya Pelita Kecamatan Merigi Sakti. Serta Desa Marga Bakti dan Bukit Makmur, Kecamatan Pinang Raya, “Mereka mengeluhkan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batu bara sebab mengakibatkan gangguan pernafasan bagi warga sekitar. Untuk itu, aspirasi dan masukan masyarakat ini akan kami perjuangkan melalui DPRD Provinsi Bengkulu,” tutup Siption. (idn)