Kejari Tangkap DPO Korupsi

Kejari Tangkap DPO Korupsi

BERBAGI:

RBO.BENGKULU – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, berhasil menangkap Mika Heri Laksana DPO Korupsi proyek rehabilitas Jalan Meranti Raya, Dempo dan Jalan Metapi di Kota Bengkulu tahun 2009 lalu. Penangkapan itu dibantu oleh tim Buru Sergap Polres Kabupaten Lampung Utara dan tim Intelijen Kejari Kabupaten Lampung Utara.
Berdasarkan data yang terhimpun RADAR BENGKULU Penyidik Kejari Bengkulu yang dikomandoi langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian SH Selasa, (6/3) pagi bersama dengan beberapa orang rekannya langsung berangkat ke Lampung Utara untuk menjemput Direktur Utama (Dirut) PT Magna Pletora selaku kontraktor pengerjaan Jalan tersebut.
“Ya, pagi tadi (pagi kemarin red) tim kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kejari Kabupaten Lampung Utara. Sekarang masih dalam proses penjemputan yang bersangkutan. Mungkin Selasa malam sekira pukul 21.00 WIB sudah sampai di Bengkulu.” ucap Kajari Bengkulu Imade Sudarmawan SH,MG Selasa, (6/3).
Untuk diketahui, Pelaksanaan kegiatan pekerjaan Peningkatan Jalan Hotmix Pasca Bencana itu, berlokasi di Jalan Meranti Raya, Jalan Dempo dan Jalan Merapi Raya Kota Bengkulu, Tahun Anggaran (TA) 2009 lalau. Dengan nilai anggaran Rp 1,4 Miliar lebih dan kerugian negara dalam pengerjaan Jalan tersebut senilai Rp 379.506,52 juta anggaran pekerjaan tehabilitas jalan hotmix itu dialokasikan oleh PABD Dinas PU Kota Bengkulu.
Dalam pengerjaan Jalan itu telah dinyatakan prestasi kerjanya 100% ternyata ditemukan adanya item-item pekerjaan yang tidak sesuai dengan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dimana beberapa item pekerjaan itu mengalami kekurangan volume fisik sehingga terjadi penurunan kualitas hasil pekerjaan sebagian badan jalan sudah mengalami kerusakan. Akibat kekurangan volume tersebut pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jalan tersebut kualitasnya menurun dan telah rusak.
Temuan itu berdasarkan hasil laporan independen cek fisik pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jalan Hotmix Pasca Bencana 2009 yang dilakukan oleh tim independen Universitas Bengkulu tertanggal 23 April 2011 dan ditemukan adanya kekurangan volume sehingga mengurangi kualitas jalan. Dalam pengusutan kasus proyek peningkatan Jalan tersebut adapun tersangka utamaynya yaitu Efredi Damri Kepala Dinas PU Kota Tahun 2009 lalu. Pasca penetapan Fredi Damri sebagai tersangka Kejaksaan Agung menjatuhkan vonis 4 tahun penjara. Sementara DPO Mika Heri Laksana divonis Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu dengan pidana penjara 2 tahun dan pidana denda Rp 50 Juta subsidair 2 bulan kurungan dan ditetepkan sebagai DPO oleh Penyidik Kejari Bengkulu sejak 2014 lalu.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × one =