Hari Ini Polda Fasilitasi Hearing Nelayan Vs Pemprov

Hari Ini Polda Fasilitasi Hearing Nelayan Vs Pemprov

BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Masalah nelayan trawl ternyata belum juga tuntas. Tawaran Menteri untuk memberi alat ganti trawl ke nelayan Bengkulu tidak menyelesaikan masalah. Malah kemarin Nelayan trawl demo ke jalan. Demo juga diikuti para pedagang pengolah hasil alat tangkap trawl.
Aksi diwarnai pemblokiran jalan selama 4 jam oleh ratusan massa. Selanjutnya mereka mendesak pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memberikan keterangan resmi kepada mereka. Sehingga hari ini Kamis 8 Maret 2018 Polda Bengkulu, memfasilitasi pertemuan antara Nelayan trawl, nelayan tradisional dan pihak DKP untuk mencari solusi polemik tersebut.
Dalam aksinya, ratusan nelayan dan para pedagang itu, meminta agar Pemerintah memperbolehkan kembali para nelayan menggunakan alat tangkap trawl ini. Sebab hasil alat tangkap trawl ini bukan hanya dinikmati oleh nelayan saja, namun juga para pedagang pengolah hasil tangkap alat tersebut juga ikut menikmatinya. Seperti mengolah ikan tri dan ikan asin. Kalau alat trawl ini tidak lagi diperbolehkan, mereka yang selama ini pengolah hasil alat tangkap tersebut mau kerja apa lagi, sementara setiap hari mereka juga butuh makan. Dan para nelayan pengguna alat tangkap trawl ini tidak mencari kekayaan, hanya mencari kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Kami minta tolong dengan pemerintah, supaya alat tangkap trawl ini diperbolehkan lagi operasi. Kalau tidak, bukan kami saja yang rugi, masyarakat lain juga rugi, karena Jalan ini kami blokir, mobil ini tidak lagi bisa jalan,” ujar Udin salah satu nelayan trawl kemarin.
Dijelaskan, upaya pemerintah untuk mengganti alat tangkap trawl itu memakan waktu terlalu lama tiga bulan. Menjelang adanya pengganti alat tangkap itu, sekarang para nelayan trawl ini mau makan apa?
“Kalau tidak boleh menggunakan alat tangkap trawl ini. Cari solusi bagaimana mendapatkan alat tangkap yang bagus, dan yang terbaik, kami tidak butuh janji, sekarang kami butuh bukti. Kami tidak kenyang dengan janji,” pungkasnya.
Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Budi Widjanarko SH, MH yang turun langsung memantau situasi aksi itu, menilai kalau massa ini menyampaikan aspirasinya seperti ini tidak ada solusi yang terbaik. Sehingga pihaknya mengambil sikap dan memfasilitasi hearing antar semua pihak terkiat dengan masalah alat tangkap trawl ini.
“Besok (hari ini red) kita undang nelayan trawl 15 orang Nelayang tradisonal 15 orang, kemudian pihak pemerintah Provinsi juga diundang. Mudah-mudahan dalam diskusi itu nanti ada solusi yang terbaik,” imbuhnya.
Data yang terhimpun RADAR BENGKULU massa yang menggelar demo di kawasan Pulau Baai tepatnya di ruas Jalan Ir. Ustandi Sugianto itu, sepakat untuk hearing di Polda hari ini untuk mencari solusi yang tepat masalah tersebut. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 − five =