Lagi Aktor Korupsi Pemukiman Kumuh Dijel

Lagi Aktor Korupsi Pemukiman Kumuh Dijel

BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Sesuai yang diungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Baginda Polin Lumban Gaol SH, MH sebelumnya, tersangka korupsi proyek pemukiman kumuh terus bertambah. Kendati akhir 2017 lalu Penyidik Kejati sudah menyikat 8 orang tersangka korupsi proyek pembangunan Jalan pemukiman kumuh dalam Kota Bengkulu, tahun 2015 dengan anggaran Rp 11 Miliar tersebut. Kamis, (8/3) Penyidik Kejati kembali menyerat dan menjebloskan satu tersangka dalam kasus itu ke Rumah Tahanan (Rutan) Malabero kelas II B Bengkulu. Tersangka yakni, Tulus Sumedi selaku konsultan pengawas dalam pengerjaan proyek yang menelan kerugian negara Rp 3,2 Miliar itu.
Kajati Bengkulu Baginda Polin Lumban Gaol SH, MH melalui Aspidsus Kejati Bengkulu, Hendri Nainggolan SH, MH, mengungkapkan, satu orang tersangka yang diseret lagi itu, adalah hasil pengembangan kasus korupsi proyek pemukiman kumuh, Sesuai dengan fakta di persidangan dan hasil penyidikan, bahwa tersangka, Tulus Sumedi yang dijebloskan ke penjara itu, juga berperan sangat besar dalam pengerjaan proyek itu, sehingga proyek pengerjaan proyek itu tidak terlaksana sesuai dengan kontrak.
“Ya, tersangka Tulus Sumedi yang kita tahan hari ini (kemarin red) juga ikut menerima aliran dana proyek pemukiman kumuh itu. Berdasarkan hasil penyidikan Dia (Tulus Sumedi red) menerima aliran dana proyek itu kurang lebih Rp 400 Juta,” ucapnya Kamis, (8/3).
Kendati, sekarang pihaknya sudah meringkus tersngka 9 orang dalam kasus korupsi proyek pemukiman kumuh itu, kata Hendri Nainggolan, tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus itu bakal terus bertambah.
“Nantilah kita lihat perkembangan selanjutnya, apakah ada tersngka lain lagi atau tidak. Kita tidak mau dituduh yang tidak-tidak, yang jelas kita mau sapu bersih siapa saja orang yang berhubungan dengan proyek ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kasus korupsi proyek pemukiman kumuh ini sebelumnya Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, pada Agustus 2017 lalu sudah menetapkan 6 tersngka dalam kasus tersebut yakni, Andi Roslinsyah, Arbani, Ahmad Ansori, Indra Safri, Rosmen, dan korporasi PT Vikri Abandi Group, masing-masing sudah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu, yang sekarang masing-masing terpidana sedang dalam proses banding ke Pangadilan Tinggi (PT) Bengkulu yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Kemudian pada akhir 2017 lalu Penyidik Kembali menetapkan 2 orang tersngka yaitu, Yosep Faizal, dan Mariel Handri. Diketahui sekarang masih dalam proses penuntutan di PN Tipikor Bengkulu.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 + 5 =