Pendekar KONI Divonis 1,3 Tahun

Pendekar KONI Divonis 1,3 Tahun

BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu menyatakan Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Dr Yuan Rasugi Sang, S.Sos, MH dan H Arsuan Jumari SH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Marup kegiatan KONI). Dan memvonis masing-masing terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 Juta subsidair 3 bulan kurungan.
Sementara terdakwa Dian Fasanova divonis Majelis hakim dengan pidana penjara 1 tahun dan pidana denda Rp 50 Juta subsidair 1 bulan kurungan, dan menghukum terdakwa Dian Fasanova dengan membayar uang pengganti Rp 8 Juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar satu bulan setelah putusan maka harta benda terdakwa dapat disita, dan apabila harta bendanya tidak mencukupi untuk membayara uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan.
Ketua majelis hakim Gabriel Sialagan SH,MH dalam amar putusannya, menyatakan, bahwa sesuai dengan keterangan saksi dan fakta-fakta yang terunkap di persidangan masing-masing terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.
“Perbuatan masing-masing terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Dan memvonis masing-masing terdakwa dengan vonis yang berbeda sebagaimana telah disebut diatas,” sampainya dipersidangan itu kemarin.
Masing-masing terdakwa kasus korupsi itu, saat ditanyai mejelis hakim terkait dengan putusan itu masing-masing terdakwa menirima. Sidang agenda pembacaan putusan itu dipimpin oleh Majelis hakim Gabriel Sialagan SH,MH didampingi hakim anggota I Agusalim SH,MH dan anggota II Rahmat SH,MH.
Sementara Yuan Rasugi Sang, saat dikonfirmasi seusai pembacaan putusan itu, mengatakan, bahwa dari awal sudah dituangkan dalam pledoi di persidangan sebelumnya, apa yang telah dia perbuat dirinya siap mempertanggungjawabkan. Namun dia menilai bahwa putusan yang disampaikan mejlis hakim itu banyak yang pengin ia pertanyakan, namun dirinya tidak memperpanjang masalah. Pengadilan ini bukan pengdilan yang hakiki, pengadilan yang sebenarnya adalah pengadilan Allah.
“Bismillahirrohmanirohim, Allahuakar saya menerima putusan ini. Saya sampaikan saya ini adalah laki-laki dan saya pernah dianugrahi dengan gelar sebagai pendekar, dan saya adalah guru silat. Saya tidak pernah mundur apa yang telah saya perbuat. Saya akan bertanggung jawab apapun itu perbuatan saya. Saya menerima dan ikhlas menjalani hukuman yang diputuskan majelis hakim ini,” pungkasnya seusai persidangan itu kemarin. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 − 3 =