Nelayan Tradisional Bengkulu Sujud Syukur, Laut Bengkulu Aman

Nelayan Tradisional Bengkulu Sujud Syukur, Laut Bengkulu Aman

Nelayan Tradisional Sujud Syukur
BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Nelayan tradisional Bengkulu mengadakan doa bersama dan sujud syukur atas kebebasan laut Bengkulu dari dari aktifitas-aktivitas yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem laut. Acara itu dipusatkan di lapangan Mess Pemda selepas salat ashar, Jumat (09/03).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150an aliansi nelayan-nelayan tradisional yang ada di Bengkulu, perangkat kelurahan Malabero, perangkat adat, aparat kepolisian, dan aliansi mahasiswa, nelayan Bengkulu. Kegiatan ini untuk menunjukan rasa syukur kepada Allah SWT, bahwa hari ini dan seterusnya berharap laut Bengkulu bebas dari aktifitas-aktifitas yang dapat merusak ekosistem.

Nelayan tradisional berdoa yang dipimpin oleh Ustadz Ablaha Rohkudus

Pengurus Aliansi Nelayan Provinsi Bengkulu, Syirajudin mengatakan bawasanya kita semua (nelayan tradisional) jangan terpancing oleh situasi. Dan dia mengharapkan dari pemerintahan pusat untuk membasmi aparat-aparat yang masih mengunakan trawl.
“Kalaupun ini masih berlanjut, kita berharap ada aparat yang lebih tinggi. Kalo daerah tidak bisa, ada aparat yang lebih tinggi untuk menyelesaikannya. Karena yang namanya peraturan itu ada tindakan tegas, tapi itu belum nampak dimata kita oleh aparat kita dengan banyak latar belakang,” kata tokoh masyarakat nelayan tradisional Bengkulu ini.

Kegiatan bersyukur ini dilakukan karena selama melaksanakan kegiatan untuk menyuarakan hatinurani. Alhamdulilah syukur dilindungi Allah SWT. ‘’Semoga Allah memberkahi dan selalu membantu kebersamaan untuk menyelesaikan masalah ini. Tidak ada maksud dan hal lainya,” tegasnya.

Perwakilan aliansi mahasiwa nelayan yang berharap untuk hentikan trawl dan tegakan hukum di lautan. Dalam sujud syukur sekaligus do’a ini dipandu oleh Ustad Abalaha Rohkudus. Ia juga menyampaikan dan berpesan kepada para nelayan untuk jadi nelayan tradisional yang baik. ‘’Cari lah makan di laut secara selektif yang tidak merusak ekosistem kelautan. Jadi, nelayan yang bisa menyesuaikan diri, dan jadilah nelayan seperti lebah,’’ ujarnya. (mg3)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

thirteen − twelve =