Hakim Nyatakan Eks Assintel Kejati Terbukti Terima Suap

Hakim Nyatakan Eks Assintel Kejati Terbukti Terima Suap

BERBAGI

RBO, BENGKULU – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu, menyatakan terdakwa, Edi Sumarno mantan Asintel pada Kejati Bengkulu, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Menerima Suap Pulbaket Proyek). Sebab Senin, (12/3) terdakwa divonis dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan, dan pidana dendaa Rp 200 Juta subsidair 2 bulan kurungan.
Vonis itu lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, yaitu menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, dan denda Rp 200 Juta Subsidair 3 bulan. Selain dari itu majelis hakim juga menyatakan barang bukti berupa uang Rp 150 Juta dan 1 Unit Handpon (HP) merek samsung dirampas dan dikembalikan ke negara. Sidang pembacaan putusan itu diketuai oleh majlis hakim Gabriel Sialagan SH, MH didampingin hakim anggota I Agusalim SH, MH dan anggota II Rahmat SH, MH.
Ketua Majelis hakim dalam amar putusannya menyampaikan, bahwa sesuai dengan keterangan saksi dan barang bukti yang terungkap selama proses persidangan, terdakwa Edi Sumarno mantan Asisten Intelijen (Asintel) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Menerima suap pulbaket proyek) secara bersama-sama dengan bawahannya teripdana, Parlin Purba mantan Kasi III pada Intel Kejati Bengkulu yang juga sudah divonis dengan pidana penjara 5 tahun dan pidana denda Rp 200 Juta subsidair 3 bulan oleh majelis hakim sebelumnya.
Adapun hal yang memberatkan, terdakwa sebagai penyeleggara negara dan selaku penegak hukum, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan santun selama proses persidangan.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 12 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana sebagaimana didakwaan kesatu primair, dan memvonis terdakwa seperti yang telag disebutkan di atas,” ucap Gabriel Sialagan dimuka persidangan itu kemarin.
Sementara, Zico Julius SH, MH selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Edi Sumarno saat dikonfirmasi terkait dengan putusan majelis hakim itu, mengatakan, bahwa pihaknya memanfaatkan hak sepenuhnya untuk menggunakan waktu berpikir-pikir selama tujuh hari setelah pembacaan putusan ini.
“Ya, tadi kita sudah mendegar bersama-sama putusan dari majelis hakim. Sejauh ini kita belum menentukan sikap, pakah mengajukan banding atau tidak, yang jelas sekarang kita masih pikir-pikir,”imbuhnya. (ide)