Mau Tahu Putusan Banding RM-Lily?

Mau Tahu Putusan Banding RM-Lily?

IST/RBO: Gub Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti dan Istri
BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Gubernur Bengkulu nonaktif, Dr H Ridwan Mukti MH sekarang di dalam penjara terus terima dan nikmati gaji sebagai Gubernur Bengkulu. Sebab putusan Banding Ridwan Mukti bersama dengan istri, Hj Lily Martiani Maddari di Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu diperkirakan empat bulan lagi. Hal itu diungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu, Suparman SH, MH diakuinya, sejauh ini pihaknya PN Tpikor Bengkulu belum menerima putusan tersebut.

      “Ya, hingga hari ini (kemarin red) kita PN Tipikor Bengkulu belum menerima salinan putusan banding itu secara resmi,”ucapnya Senin,(12/3).

Dijelaskan, sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung (MA) batas waktu maksimal PT untuk menyelesaikan perkara itu, sekitar 6 bulan harus selesai. Namun tidak menutup kemungkinan juga perkara itu bisa diperpanjang, dengan cara memberitahukan kepada pihak MA bahwa perkara itu diperpanjang.

      “Permohonan bandingnya pada Januari 2018 lalu. Sekarang sudah Maret 2018, berarti memang belum la ya. Kalau aturannya batas waktu 6 bulan berarti Juli 2018 mendatang putusan banding perkara itu sudah ada. Tetapi kalau mau pasti kapan putusan bandingya mungkin pihak PT yang lebih mengetahuinya,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, setelah berkas permohonan banding dari yang bersangkutan itu disampaikan ke PN Tipikor Bengkulu, pihaknya sudah menyerahkan semua berkas atau memori banding itu ke PT Bengkulu, untuk menyelesaikannya.

      “Ya, yang pasti dari PN Tipikor Bengkulu, memori bandingnya sudah kita kirim. Sekarang tinggal penyelesaian di tingkat Pengadilan Tinggi,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada 11 Januari 2018 lalu majelis hakim PN Tipikor Bengkulu, yang diktuai oleh, Admiral SH, MH didampingi hakim anggota I Gabriel Sialagan SH, MH dan anggota II Nic Samara SH, MH menyatakan terdakwa Ridwan Mukti dan istri Lily Martiani Maddari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (menerima suap fee proyek Rp 1 Miliar). Dan masing-masing terdakwa divonis dengan pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda Rp 400 Juta. Dan pidana tambahan untuk terdakwa Ridwan Mukti dicabut hak politiknya selama 2 tahun setelah menjalani hukuman pokok nantinya.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

12 − 3 =