Tiap RT Dapat 300 Juta, Ini Bukan Hayalan Loh

Tiap RT Dapat 300 Juta, Ini Bukan Hayalan Loh

BERBAGI
BERBAGI:

RBO BENGKULU – Jika dalam musim kampanye Pilwakot saat ini masih banyak yang meragukan program merata RT Mandiri Rp 100-300 juta pertahun yang menjadi jargon Paslon nomor urut dua ESD-Aza sulit untuk direalisasikan. Dari tim pemenangan ESD-Aza yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Bengkulu Ronny FL Tobing SH menjelaskan program tersebut bukanlah khayalan.
“Jadi program merata RT Mandiri ini bukan program khayalan. Beda dengan Samisake yang memang Kota Bengkulu berencana menjadi pusat percontohan. Sedangkan untuk program merata RT mandiri ini, dimana nanti 1300 ketua RT di Kota Bengkulu akan diberikan kewenangan mengelola dana dan membangun lingkungan RT dengan anggaran Rp 100 sampai Rp 300 juta pertahunnya untuk masing-masing RT,” ungkap Ronny FL Tobing, kemarin (13/3).
Jika melihat program pemberdayaan masyarakat di Kediri, dimana sejak tahun 2015 lalu Pemda Kediri telah menggelontorkan dana Rp 50 juta untuk masing-masing Ketua RT disana setiap tahunnya, terbukti program tersebut mampu terealisasi dan berjalan dengan baik.
“Kita bisa adaptasi dengan program Pemerintah Kediri, terbukti bisa berjalan dengan baik, dan dana yang diberikan langsung memberi manfaat secara luas pada masyarakat. Dan Kota Bengkulu setelah ESD-Aza menjadi pemimpin Kota Bengkulu nanti, program tersebut akan langsung direalisasikan, dengan Rp 100 sampai Rp 300 juta pertahun per RT, para Ketua RT diberikan hak dan kewenangan mengelola dana tersebut untuk pembangunan lingkungan, serta melakukan program pemberdayaan masyarakat. Misalnya nanti ada program 1000 anak saleh, dengan dana yang digelontorkan bisa untuk memberi honor guru ngaji sebagai penyuluh agama, dana itu bisa juga digunakan oleh para Ketua RT untuk membangun jalan lingkungan RT nya, sebab tentu para ketua RT ini yang paham di lingkungannya jalan mana yang harus dibuat,” paparnya.
Kemudian jika berbicara soal payung hukumnya, nanti akan dibuat Perdanya dan tidak usah khawatir sebab Perda itu nanti, dengan modal gabungan koalisi Parpol yang mengusung ESD-Aza saat ini sudah ada 12 kursi DPRD Kota Bengkulu, dan jika memang program itu untuk rakyat, tidak ada alasan bagi anggota dewan lainnya untuk tidak menyetujui program tersebut, “Kalaupun Perdanya nanti terganjal oleh DPRD, masih ada Perwal. Perwal ini merupakan hak preogratif kepala daerah, sama dengan pergub bahkan Presiden pun ada perpresnya. Perwal ini bisa dibuat tanpa persetujuan DPRD namun tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. Sebab itu, jika masih ada yang meragukan program ini tidak akan berhasil tentu kita tidak sependapat. Program RT Mandiri ini tidak hanya dirasakan oleh tim sukses saja, melainkan seluruh warga masyarakat Kota Bengkulu akan merasakannya tanpa pilih kasih, semuanya adil dan merata. Jika terpilih kemudian nanti ESD-Aza tidak merealisasikan janji tersebut dalam dua tahun kepemimpinannya, maka keduanya siap mundur dari amanah yang diberikan,” kata Ronny Tobing. (idn)