Astaga, Tiga Kali Ganti Gubernur, Mess Pemprov Masih Terbengkalai

Astaga, Tiga Kali Ganti Gubernur, Mess Pemprov Masih Terbengkalai

BERBAGI:

Bengkulu Terus Alami Kerugian

RBO >>  BENGKULU >>  Masih terbengkalainya Mess milik Pemprov Bengkulu menyebabkan Bengkulu mengalami kerugian secara materil tiap tahunnya. Padahal sudah tiga kali ganti gubernur, masalah ini belum juga tuntas .

      Belum dimanfaatkan  bangunan megah yang telah menguras anggaran puluhan miliar dari APBN tersebut akan semakin rusak karena tidak adanya perawatan, serta belum adanya pengelolaan oleh pihak profesional yang menyebabkan Mess Pemda belum dapat menyumbangkan PAD bagi Provinsi Bengkulu.

Tak hanya itu, masih belum terkelola dengan baiknya Mess Pemda Pemprov Bengkulu hingga detik ini terus mendapatkan sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Salah satunya pengamat ekonomi dari Universitas Bengkulu (Unib-red) yang sekaligus Rektor Unib Dr. Ridwan Nurazi, M.Sc.

      Dijelaskan dia, terbengkalainya Mess Pemda milik Pemprov tersebut merupakan pemborosan. Tak hanya itu, ia juga heran kenapa Mess Pemda belum juga dikelola Pemprov Bengkulu itu. Padahal menurut dia Mess Pemda sangat potensial menghasilkan PAD jika dikelola secara profesional. Pasalnya, lokasinya sangat strategis. Yaitu, dekat pantai, memiliki lahan yang luas dan bangunan yang sangat megah.

   “Mess Pemda itu kan sudah dibangun sejak 7-8 tahun yang lalu, sudah 3 gubernur berganti. Tetapi hingga sekarang aset itu belum juga mendatangkan pemasukan bagi daerah. Itulah yang saya katakan pemborosan, serta mubazir kalau bahasa agamanya. Kalau dikelola itu miliaran mungkin bisa masuk jadi PAD,” tegasnya, kemarin (20/3).

Seharusnya, lanjutnya,  Pemprov dapat belajar ke pihak swasta terkait managemen. ”Coba bandingkan, pihak swasta kan kalau berinvestasi itu beli tanah sendiri, bangun hotel sendiri. Bahkan menggaji karyawannya sendiri tidak ada disubsidi oleh pemerintah. Tetapi kan berhasil. Nah, Mess Pemda itu kan sudah dibangun dengan anggaran dari pemerintah, siap pakai, tapi nyatanya tidak dikelola dengan baik, ini miris,” tambahnya.

Ia menyarankan, agar Mess Pemda tersebut segera diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga atau pihak swasta. Menurutnya, hal tersebut tentu akan lebih menguntungkan bagi daerah. Pasalnya, sudah banyak contoh hotel-hotel milik pihak swasta yang sukses mengelola bisnis perhotelannya di Bengkulu.

“Jangan Pemda lah yang kelola. Lebih baik pihak ketiga, agar lebih profesional pengelolaanya. Baik secara SDM maupun manajemennya. Bukan saya meremehkan pemerintah. Seperti yang mengelola owner hotel-hotel yang sudah terkenal, nantikan mereka bisa sekaligus ikut mengembangkan pariwisata di Bengkulu untuk menyukseskan program Visit 2020 Bengkulu. Seperti mengembangkan kuliner dan budaya Bengkulu,” tegasnya.

      Tak hanya itu, keuntungan lainnya menurut dia jika Mess Pemda dikelola oleh pihak ketiga, Pemprov setidaknya tidak harus mengeluarkan anggaran tiap tahun untuk biaya perawatannya.

“Kalau dikelola pihak ketiga kan setidaknya bisa menutupi ongkos perawatannya. Jadi, kita sarankan agar Mess Pemda itu baiknya segera dikelola oleh pihak ketiga agar tidak semakin rusak. Namun, cari pengelola yang paling menguntungkan bagi daerah dari segi PAD nya,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Plt.Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, pihaknya menargetkan tahun ini Mess Pemda sudah diserahkan kepada pihak ketiga pengelolaanya. Sehingga bisa segera dimanfaatkan. “Kita juga tidak ingin berlama-lama,” terangnya, kemarin.

Menurutnya, sudah ada sejumlah pihak yang tertarik dan menawarkan diri untuk mengelola Mess Pemda untuk dijadikan hotel. Seperti pihak Sahid Hotel Grup, Witjaksono Grup PT.Indo Prima Grup.

“Kalau tawaran dari Sahid mereka ingin menjadikan hotel berkelas, ada juga yang mau mengembangkan menjadi kawasan terpadu. Seperti hotel, mall, rumah sakit. Tentunya yang paling visible atau paling bermanfaat dari sisi ekonomi dan pembangunan itu yang mana? Ini yang harus saya bandingkan dulu. Jadi tahun ini targetnya sudah dieksekusi dan dikerjakan,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine − 1 =