Pilwakot, PSI Bengkulu Dukung ESD-Aza

Pilwakot, PSI Bengkulu Dukung ESD-Aza

BERBAGI
Iwan/RBO Pengurus PSI Bengkulu saat foto bersama mendukung ESD - Aza
BERBAGI:

Ranto Harisandi : ESD Sosok Pemimpin Sesuai Kriteria PSI

RBO >>  BENGKULU >>  Dalam masa kampanye Pilwakot Bengkulu saat ini, kalau sebelumnya Paslon nomor urut dua ESD-Aza telah diusung serta didukung oleh NasDem, PKS, PPP dan PKPI pimpinan Hendropriyono, kali ini dukungan kembali datang dari Parpol baru yang telah dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu tahun 2019 oleh KPU, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Kami sudah menyatakan memberikan dukungan kepada Paslon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut dua, ESD-Aza. Dukungan telah kami sampaikan langsung pada kandidat bersama timnya, dan Calon Walikota Erna Sari Dewi menyambut baik dukungan dari kami,” ungkap Ketua DPD PSI Kota Bengkulu Ranto Harisandi SE, Selasa (20/3).

      Dijelaskan oleh Ranto,sebelum memberikan dukungan pada Paslon nomor urut dua, pihaknya bersama sembilan DPC di sembilan kecamatan sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Jadi kesimpulan kami bersama pengurus sembilan kecamatan, dari dua kandidat Paslon Walikota perempuan, dimana ada Linda serta ESD, yang memenuhi kriteria calon pemimpin PSI adalah ESD. Sebab ESD usianya masih dibawah 45 tahun, saat ini usia ESD baru 43 tahun. Kemudian beliau adalah sosok pemimpin perempuan, serta Ketua DPRD Kota Bengkulu perempuan pertama. PSI sangat memprioritaskan pada perempuan. Dimana Ketua Umum kita Grace Natalie juga merupakan sosok pemimpin perempuan muda di Indonesia. Melihat dari aspek-aspek tersebut, maka kami memberikan dukungan pada ESD-Aza,” jelasnya.

      Dari hasil pertemuan dengan ESD serta Ketua DPW NasDem Provinsi Bengkulu, Dedy Black, PSI lanjut Ranto telah menyatakan komitmen mendukung ESD-Aza. Namun mereka telah menegaskan bahwa ingin menjadi tim sendiri terpisah dari tim yang sudah terbentuk sebelumnya.

“Kami dalam waktu dekat akan melaksanakan deklarasi mendukung ESD-Aza. Dengan bergabungnya kami ke ESD-Aza, kita sudah menegaskan tidak ingin tergabung dengan tim pemenangan yang sudah ada. Kami ingin membuat posko dan tim pemenangan sendiri. Akan tetapi jika dibutuhkan untuk koordinasi dengan tim pemenangan yang telah ada, kami siap,” paparnya. (idn)