Polda Lidik 7 Jalan Bermasalah, Kontraktor Jangan Cuek

Polda Lidik 7 Jalan Bermasalah, Kontraktor Jangan Cuek

Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki Manurung
BERBAGI:

RBO,BENGKULU – Kontraktor pembangunan Jalan di Provinsi Bengkulu tahun 2016 dan tahun 2017 lalu bakal tidak bisa tidur nyenyak. Sebab ditahun 2018 ini Polda Bengkulu lidik sebanyak 7 paket proyek Jalan. Hal itu dikatakan Kapolda Bengkulu Brigjen pol Drs Coki Manurung SH, M.Hum. Dari sekian list proyek yang dilidik itu ada sebagian proyek yang masih dalam masa pemeliharaan.
“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Kepada kontraktor pelaksana agar memanfaatkan masa pemeliharaan tersebut. Mana Jalan yang baru dikerjakan dan sekarang sudah rusak agar dibetulin kembali, sehubungan proyek tersebt masih dalam masa pemeliharaan,” imbuhnya Kamis, (22/3).
Dijelaskan, sesuai dengan pantauan dan berdasarkan hasil pengecekan langsung ke lapangan, Jalan yang baru dibangun dan sudah rusak itu, banyak yang sudah diperbaiki oleh kontraktor. Untuk sementara ini pihaknya masih mengimbau dan memberikan waktu kepada para kontraktor agar memperbaiki Jalan yang rusak tersebut.
“Ya, Jalan yang rusak berdasarkan laporan dari masyarakat dan media itu, kita tindak lanjuti. Sekarang sudah banyak yang rusak itu sudah diperbaiki,” tambahnya.

https://www.radarbengkuluonline.com/2018/03/14/paw-maghdaliansi-sudah-ke-golkar-provinsi/
Ditambahkan Kasubdit Tindak Pidana Korupsi, AKBP Andi Arisyandi S.Ik, dari sekian banyak proyek yang sudah dilidik itu, sejauh ini masih dalam tahap pengumpulan barang bukti. Jika ada salah satu proyek yang ditemukan kerugian negaranya, mungkin nanti itu bisa diproses lebih lanjut lagi. Untuk saat ini peroyek yang menjadi Penyelidikan itu belum ditemukan kerugian negaranya.
“Nanti kita lakukan pemeriksaan saksi ahli dan gelar perkara. Untuk membuktikan. Apakah kasus ini dari Penyelidikan bisa naik ke Penyidikan atau tidak. Semua proses itu membutuhkan dua alat bukti yang cukup,” tambah dia.
Dari tujuh paket kegiatan itu lanjut dia, diprediksikan anggaran yang digunakan sekitar Rp 100 Miliar lebih. Untuk dananya ada yang dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan juga ada dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu.
“Yang menjadi penyelidikan kita itu, banyak dan bermacam-macam ya, ada yang tidak sesuai dengan ukuran volume, mungkin ada juga yang mar up dalam pengerjaan, dan sebagainya. Yang jelas semua laporan dari masyarakat terkait dengan pengerjaan jalan itu semuanya dalam proses Penyelidikan, dan belum ada kepastian apakah bisa naik ke Penyidikan atau tidak,” demikian tutup dia.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 + five =