HMI dan IAIN Saling Memaafkan

Daerah Featured Kota Bengkulu Nasional Pemda Provinsi Peristiwa

7 Poin Kesepakatan Islah Hasil Mediasi

RBO, BENGKULU – Akhirnya masalah antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan IAIN Bengkulu menemukan titik damai. Kedua belah pihak kemarin Rabu (4/4) melakukan mediasi bersama. Dihadiri Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M. M.Ag., MH, Dekan Fakultas Syariah Dr Imam Mahdi, MH dan Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. Rohimin, M.Ag. Dari pihak HMI hadir M.A Prihatno selaku Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Bengkulu, Andi Wijaya selaku Sekretaris Presidium KAHMI Bengkulu, Ketua HMI Cabang Bengkulu, Andi Hartono serta anggota lainnya.

https://www.radarbengkuluonline.com/2018/04/03/usin-abdisyah-kawal-jangan-sampai-isu-dibelokkan/

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas titik terang penyelesaian dari kedua belah pihak. Keduanya pun sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan. Disampaikan oleh Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Bengkulu, M.A Prihatno, hasil islah ini merupakan bentuk kesepakatan yang terbaik. Tentunya dengan hasil tersebut akan membentuk sinergitas bersama untuk membangun kader umat beragama Islam yang beradab.
“Inilah hikmah terbesar yang bisa kami ambil yang terjadi kekhilafan dari kedua pihak. Demi menjunjung agama Islam, kami harus menemukan jalan terbaik. Kami menemukan kesepakatan yang baik inilah yang bagus, untuk membangun peradaban Islam yang baik bagi umat. Untuk sinergi, bentuk bentuk teknis kami akan bicarakan lebih lanjut,” terang M.A Prihatno.
Sementara itu, Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin M. M.Ag, MH mengatakan, hasil ini pun ditanggapi dengan terbuka. Agar permasalahan ini tidak menjadi larut mendalam, dengan pertemuan ini diharapkan ada kerjasama yang baik kedepannya.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Kita memetik hikmah dari ini. Saling introspeksi. Mungkin ada yang tertinggal, ada yang terlupakan dan terserakkan. Kedepan karena basis kita memang sama- sama muslim, inilah yang terbaik kedepannya. Untuk jabatan Warek III, tadi sudah disepakati itu ada prosesnya. Nanti kita serahkan mekanisme yang ada. Intinya keduanya sudah islah. Untuk sinergi kita dari dulu. Mungkin ada lapisan -lapisan yang belum memahami dengan kebijakan yang ada, mungkin ada muncul arogansi. Harapan kita, lebih terbuka bicara dari hati- kehati. Tidak ada batasan lagi,” pungkasnya. (CW1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *