Paslon Wali Boleh Bagi-Bagi THR

Paslon Wali Boleh Bagi-Bagi THR

BERBAGI:

Minggu Tenang Boleh Adakan Acara Massal

RBO, BENGKULU – Ini kabar gembira dari Panwaslu dan KPU Kota Bengkulu. Soal apa? Para calon walikota dan calon wakil walikota boleh membagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya) saat lebaran nanti. Selain itu masyarakat juga masih boleh mengadakan berbagai acara massal saat minggu tenang. Namun kata kuncinya, jangan ada lagi aksi atau unsur kampanye Paslon. Jika kampanye maka ada sanksinya.

Ketua Panwaslu Kota Bengkulu, Rayendra Pirasat, S.HI mengungkapkan penetapan hari tenang dilakukan tiga hari sebelum pelaksanaan pemilihan 24, 25, 26 Juni. Dengan demikian, ditetapkan  kampanye terakhir pada tanggal 23 Juni mendatang.

Selain itu dirinya menambahkan, pelaksanaan kampanye berdekatan dengan hari besar. Dimana pelaksanaan itu dekat dengan waktu hari raya idul fitri. Para paslon diperbolehkan melakukan silaturahmi bersama masyarakat. Namun pada hari besar itu tidak diperbolehkan kampanye akbar.

“Silaturahmi silakan saja. Tetapi para paslon tidak boleh melakukan kampanye akbar. Untuk THR, kita lihat pemberian unsur itu apa dalam rangka apa,” tambahnya.
Soal masyarakat yang mengadakan acara di Minggu tenang juga diperbolehkan. Misalnya mengadakan halal bil halal, acara menikahkan anak, akikah, acara bayar nazar yang melibatkan orang banyak dan lainnya. Silakan saja asal jangan ada kampanye.

Darlinsyah: Silakan

Menurut Ketua KPU Kota Bengkulu, Darliansyah keempat paslon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu juga mewngatakan hal yang sama. Diperbolehkan melakukan silaturahmi saat lebaran nanti. Terlebih lagi hal tersebut merupakan kegiatan yang menambahkan ladang pahala.

Kendati demikian, lebih lanjut menurut Darliansyah para paslon harus melaporkan kegiatan itu kepada pihak KPU maupun Panwaslu Kota. Bahkan pada pihak Kepolisian. Hal ini sudah termasuk prosedur aturan yang sudah ditetapkan.

Terkait pemberian uang, pihaknya memastikan akan mengawasi pergerakan para paslon. Jika adanya temuan, maka akan segera ditindak.

“Tidak apa apa, namun harus melaporkan ke kita, panwaslu serta pihak Kepolisian. Misal halal bilhalal tidak mungkin kita batasi. Namun kalau sudah lewat masa tenang akan ada temuan. Harus ada konsekuensinya. Soal bagi-bagi THR kita akan awasi tentunya,” demikian.

Menariknya lagi, menurut Ketua PANWASLU Kota, para paslon diperbolehkan memakai gambar presiden dan wakil presiden serta figur tertentu selama untuk kegiatan internal partai politik (parpol), tapi tidak untuk bahan kampanye.

“Jadi ketika kampanye, poto presiden tidak boleh dipakai. Namun kalau saat kegiatan internal partai silakan,” tambahnya. (CW1)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fourteen − one =