Perbankan Harus Rajin Promo GNNT

Daerah Ekonomi & Bisnis Featured Kota Bengkulu Nasional

Mau Aman dan Banyak Untung? Transaksi Non Tunai Saja

RBO,BENGKULU – Transaksi non tunai di Bengkulu masih sangat rendah di pulau Sumatera bila dibandingkan dengan propinsi lain. Kepemilikan uang eletronik pun juga masih dibawah 1 persen.
Menanggapi hal ini, Bank Indonesia mengajak seluruh perbankan daerah untuk menjalankan tanggung jawab agar masyarakat segera beralih ke transaksi non tunai.
Sementara pihak perbankan menyiapkan instrument dan fasilitas penunjang lainnya untuk gerakan non tunai, hendaknya masyarakat juga memiliki rasa ingin dan tahu tentang keuntungan dan kemudahan apa saja yang didapat dengan menggunakan transaksi non tunai.
Dari data yang dimiliki oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, transaksi non tunai di Bengkulu lebih rendah dibanding manapun di pulau Sumatera.
Kepemilikan Rekening bank di Sumatera mencapai 36,71 persen. Kepemilikan rek bank tertinggi yakni di provinsi kepuluaan Riau 72,76 persen. Sedankan Provinsi Bengkulu hanya 36,01 persen saja.
Uang elektronik di Riau dan Jambi 3 persen. Dan untuk Bengkulu hanya 0,6 persen. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, ada beberapa hal yang mempengaruhi masih rendahnya transaksi non tunai di Bengkulu. Diantaranya masih minimnya fasilitas instrumentnya dan pengetahuan masyarakat itu sendiri tentang transaksi non tunai. Kedepan dengan kehadiran investor-investor besar ke Bengkulu dengan beragam usaha retail mereka di Bengkulu akan berpengaruh terhadap peningkatan transaksi di daerah.

Kepala BI bersama pimpinan perbankan
merencanakan kampanye GNNT.

“Maka dari itu, BI berasama jajaran perbankan akan gencar mengkampanyekan, memberikan informasi berisikan edukasi terkait transaksi non tunai di Bengkulu,” katanya.
Endang juga menambahkan, pengembangan transaksi non tunai, e-money di Bengkulu ini adalah peluang bagi perbakan untuk mengembangkan bisnis banknya.
“Ayo perbankan tancap gas untuk promosi dan edukasi non tunai ke masyarakat. Perbankan harus punya ide-ide brilian yang memicu gerakan non tunai. Saya contoh saja peluangnya, kita ini ada angkutan Damri yang ke Bandara, nah disitu bisa ongkosnya dibayar dengan non tunai. Tinggal perbankkan promo disana dengan e-money, debet dan sebaiannya,” katanya.
Bank Indonesia sendiri mendukung transaksi non tunai ini. Karena lebih jauh aman, nyaman, tanpa repot, terhindar dari uang palsu dan kejahatan lain serta perpindahan uangnya cepat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *