Pembelian Motor Kadis yang Dipakai RM Diusut

Pembelian Motor Kadis yang Dipakai RM Diusut

BERBAGI
BERBAGI:

Apa Pakai Duit Korupsi atau Tidak

RBO, BENGKULU – Kasus korupsi proyek pembangunan Jalan laven di Pulau Enggano dipastikan bakal berbuntut panjang. Sebab di persidangan 6 orang terdakwa yakni, Efina Rafidah, Syaifudin Firman, Tamimi Lani, Muja Asman, Lie Eng Jun, dan Syamsul Bahri dalam kasus tersebut terungkap ada 1 Unit Sepeda motor kawasaki seharga Rp 150 Juta yang dibelikan oleh terdakwa Syaifudin Firman untuk mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Kuntadi. Motor yang dipakai oleh Gubernur nonaktif RM  saat sidak jalan dulu kini jadi target.

Dengan demikian, tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memastikan bakal mengusut sumber dana dari pembelian Sepeda motor yang diduga hasil korupsi proyek di Pulau Enggano tersebut.

      “Ya, memang di persidangan Minggu lalu (Rabu 4 April 2018 red) terungkap ada pembelian sepeda motor oleh terdakwa Syafudin Firman. Dan  sepeda motor tersebut diberikan kepada Kuntadi, saat itu dia (Kuntadi red) selaku Kadis PUPR Provinsi Bengkulu,” ucap Ketua Satgas Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga ketua tim Penyidik kasus tersebut, Adi Nuryadin Sucipto SH, MH ke RADAR BENGKULU melalui telepon seluler Senin,(9/4).

Dikatakan Adi, kunci untuk memastikan bahwa Sepeda motor seharga Rp 150 Juta itu adalah hasil dari Korupsi proyek Enggano. Pihaknya menunggu pembeberan dari tersangka utama kasus tersebut yakni terdakwa Lie Eng Jun. Sebeb, menurut dia, di persidangan keterangan saksi minggu lalu terdakwa Lie Eng Jun mengatakan tidak pernah memberikan uang Rp 150 Juta kepada terdakwa Syaifudin Firman, namun ia mengakui bahwa pernah memberikan uang Rp 60 Juta, dan pemberian uang tersebut diakuinya adalah pembayaran utang. Jadi, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan bahwa Sepeda motor tersebut hasil dari korupsi proyek Enggano atau tidak. Disamping itu, ia memastikan bahwa pembelian Sepeda motor oleh terdakwa Syaifudin untuk Kuntadi itu dipastikan diusut kebenarannya.

      “Kalau masalah motor yang diberikan terdakwa Syaifurin Firman kepada Kuntadi itu, sekarang Sepeda motor itu ada dengan Kuntadi. Dulu memamg Sepeda motor itu dikasih pinjamkan kepada Ridwan Mukti (RM) untuk sidak lokasi pembangunan Jalan saat itu,” tambhanya.

Masih dikatakan Adi, sejauh ini pihanya masih menunggu keterangan dari beberapa saksi lainnya. Sebab masih banyak saksi yang bakal dihadirkan di persidangan 6 orang terdakwa dalam kasus korupsi tersebut.

      “Ya, kita masih menunggu keterangan terakhir saksi dari persidangan itu, karena masih banyak saksi-saksi yang kita hadirkan dipersidangan ini. Nanti kita lihat saja hasilnya. Yang Jelas masalah pembelian Sepeda motor itu kita usut nantinya,” demikian tutup dia.(ide)